Mangasi Purba Prediksi Pilkada Siantar Digelar Akhir Maret

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Kemelut Pilkada Kota Pematangsiantar 2015 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Proses persidangan atas gugatan Survenov Sirait-Parlindungan Sinaga di PTUN Medan yang masih berjalan, dan proses kasasi KPU Kota Pematangsiantar terhadap putusan PTTUN Medan atas gugatan Fernando Simanjuntak-Arsidi, membuat kelanjutan pelaksanaan pilkada sulit diprediksi.

Hal itu terungkap dari wawancara BatakToday dengan Ketua KPU Kota Pematangsiantar, Mangasi Tua Purba, Rabu (3/2/2016) sore di kantornya.

“Kendalanya sampai saat ini belum terlaksana Pilkada Siantar, karena belum keluarnya putusan gugatan Surfenov-Parlin di PTUN, dan KPUD Siantar masih melakukan kasasi terkait gugatan Fernando-Arsidi yang dimenangkan PTTUN. Terkait gugatan Surfenov-Parlin, kalau tidak ada halangan, Kamis depan sudah keluar putusan,” terang Mangasi.

Mangasi menambahkan,  jika pasangan Surfenov-Parlin nanti menang di persidangan, KPU Siantar akan melakukan konsultasi ke KPU RI melalui KPU Provinsi Sumut, apakah akan melakukan upaya hukum kasasi atau tidak.

“Jika proses tahapan persidangan semua lancar, kita prediksi pilkada digelar bulan Maret akhir atau awal April,”

Ditanya tentang penyesuaian batas tanggal kelahiran pemilih pemula sejalan dengan perubahan jadwal pilkada, Mangasi menjelaskan, sesuai hasil koordinasi dengan KPU RI, masih berpatokan pada persyaratan pemilih pemula termuda yang berulang tahun ke-17 pada tanggal 9 Desember 2015

“Jadi kita kan belum tau seperti apa nanti petunjuk dari KPU RI, apakah kita validasi atau kita mutahirkan lagi data pemilih pemula berulang tahun ke-17 mulai tanggal 10 Desember sampai hari pemilihan, apakah boleh memilih atau tidak,” ujarnya.

Mangasi menegaskan, setelah ada putusan akhir pengadilan dan tidak ada upaya hukum lagi antara kedua belah pihak, KPU Siantar diberi waktu 14 hari untuk melakukan persiapan pemungutan suara.

“Disitulah kita persiapan logistik, dan sosialiasi ke masyarakat, baik melalui tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh adat dan juga pemerintah,” terangnya..

Mengenai keberadaan PPK dan PPS yang seyogianya bertugas hingga akhir Januari 2016, menurut Mangasi, KPU RI secara lisan telah meminta KPU Siantar untuk sementara merumahkan petugas PPK dan PPS, menunggu kepastian jadwal lanjutan pilkada.

“KPU RI secara lisan memang sudah perintah akan dirumahkan. Tapi kita butuh surat tertulis. Setelah surat tertulis ada, kita akan panggil PPK dan PPS untuk menjelaskan keberadaan mereka.  Setelah jadwal Pilkada nanti sudah jelas, kita akan panggil lagi PPK dan PPS untuk bekerja kembali,” ujar Mangasi mengakhiri penjelasannya. (EM)

Foto: Ketua KPU Kota Pematangsiantar, Mangasi Tua Purba. (bataktoday/em)

  • Bagikan