Lodewyk Pusung Apresiasi Kerukunan Masyarakat Siantar-Simalungun

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung apresiasi kekompakan kader-kader organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan Ormas di Pematangsiantar dan Simalungun yang tidak pernah berkonflik sebagaimana sering terjadi di Kota Medan.

“Pengikut Gafatar pun ternyata tidak ada yang berasal dari Pematangsiantar dan Simalungun, ini menunjukkan pemerintah daerah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bekerja dengan baik,” ujar alumnus  Akmil 1985 ini pada acara ramah tamah dengan Forkopimda, FKUB dan Komponen Masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, di Hotel Horison Pematangsiantar, Selasa (2/2/2016) malam.

Lodewyk mengingatkan, konflik antar dua organisasi pemuda di Medan pekan lalu tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak bisa saling mengerti akan eksistensi dan tujuan masing-masing organisasi. Apalagi, konflik serupa nyaris terjadi setiap tahun, yang seharusnya sudah sejak lama ada solusi guna mengatasinya.

“Keledai saja pun tak pernah mau dua kali masuk lubang yang sama. Kita prihatin dengan kondisi tersebut, yang bahkan sempat membuat suasana kota Medan disebutkan mencekam di media karena banyaknya pertokoan yang sempat tutup akibat konflik tersebut. Mari kita belajar dari kondisi tersebut untuk tidak mengulanginya kembali, dengan mempererat silaturahmi dan mengutamakan perdamaian. Saling pengertian adalah kunci perdamaian,” tegasnya.

Padahal, lanjut perwira tinggi bintang dua kelahiran Manado ini, negara kita tengah gencar-gencarnya memacu pertumbuhan ekonomi dalam segala sektor.

“Jika kondisi tidak aman atau mencekam, bagaimana mungkin perekonomian kita bisa berkembang. Padahal disisi lain, kita juga dihadapkan dengan ancaman darurat narkoba yang makin membahayakan generasi muda kita. Ini yang harus menjadi pemikiran kita bersama untuk mengatasinya,” katanya.

Sebelumnya, Penjabat Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik dalam sambutannya mengatakan, hubungan dan kekompakan sesama OKP dan Ormas di Siantar-Simalungun terjalin dengan baik.

“Kita berharap, kondisi seperti ini bisa semakin terjaga dengan meningkatkan hubungan silaturahmi antar organisasi maupun elemen masyarakat lainnya,” pintanya.

Sementara itu, Ketua FKUB Simalungun, Ustadz Zulkarnain Nasution dalam sambutannya mengingatkan bahwa lembaganya terus-menerus berkampanye guna menularkan bibit-bibit kerukunan sampai ke tingkat akar rumput. Hal ini dilakukan guna mencegah sejak dini adanya gerakan-gerakan radikal maupun konflik antar pemeluk agama maupun elemen-elemen lainnya.

“Prinsip kami dari FKUB, kerukunan terjalin, aqidah terjamin. Karena itu mari kita saling memahami keberadaan kita masing-masing, penuh toleransi dan menjauhi segala macam potensi konflik,” katanya.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, rombongan pejabat teras Kodam I/BB, Danrem 022/PT Kolonel Toto Nurwanto, Danrindam I/BB Kolonel Gabriel Lema, Dandim 0207/Simalungun Letkol Oni Kristyono Goendong, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri kedua daerah, Penjabat Bupati Simalungun diwakili Sekda Gideon Purba, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus sejumlah OKP dan organisasi mahasiswa dari kedua daerah. (rel)

Foto: Penjabat Walikota Pematang Siantar Jumsadi Damanik menyerahkan cinderamata kepada Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung pada acara ramah tamah dengan Forkopimda, FKUB dan Komponen Masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, di Hotel Horison Pematangsiantar, Selasa (2/2/2016) malam. (humas pemko siantar)

  • Bagikan