Sekdakot Medan: Eks Gafatar Bukan Orang Lain, Saudara Kita Juga

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Camat diminta untuk mendata secara valid seluruh eks anggota Gafatar yang akan  dipulangkan dari Kalimantan Barat (Kalbar), termasuk siapa sanak saudaranya sesuai daftar yang ada. Pasalnya dari 301 orang eks Gafatar asal Sumatera Utara yang dipulangkan, 135 orang diantaranya merupakan warga Medan.

Hal itu mengemuka pada rapat pembahasan penanganan eks Gafatar di Kota Medan yang dipimpin Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri Lubis, dan Heri Zulkarnain mewakili Ketua DPRD Medan di Balai Kota Medan, Kamis (4/2/2016).

Tidak itu saja, camat juga diinstruksikan untuk terus memonitor dan mengawasi keberadaan para eks Gafatar di wilayahnya masing-masing setelah mereka meninggalkan lokasi penampungan sementara. Hal ini penting dilakukan untuk terus mendeteksi tindak-tanduk seluruh eks Gafatar selanjutnya.

Yang lebih penting lagi, seluruh SKPD terkait, termasuk Kementerian Agama, MUI dan FKUB Kota Medan diminta untuk terus melakukan pendampingan sekaligus pembinaan tentang keagamaan yang benar, sehingga seluruh eks Gafatar asal Medan ini menyadari kesalahan dan kekhilafannya, sehingga mereka kembali ke jalan yang benar.

Rapat dihadiri seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan, sejumlah pimpinan SKPD terkait ditambah Kepala Kementerian Agama Kota Medan Iwan Zulhami, Ketua FKUB Kota Medan Palit Wajedi, serta perwakilan MUI Kota Medan.

Kepala Kesbangpol Kota Medan, Cheko Wakhda Ritonga memaparkan, berdasarkan rapat dengan Forkopimda Sumut, diketahui dari ribuan eks Gafatar yang dipulangkan dari Kalbar, 301 orang diantaranya berasal dari Sumut, dan 135 orang diantaranya merupakan warga Kota Medan.

Rincian domisili asal, terang Cheko, 59 orang warga Tanjung Mulia, 6 orang Jalan Kayu Putih, 5 orang Martubung, 25 orang Sei Sikambing, 14 Orang Marelan, 18 orang Medan Tembung, 3 orang Medan Denai, dan 5 orang warga Medan Selayang. Setibanya di Medan, mereka akan ditempatkan di sejumlah lokasi penampungan untuk dilakukan pembinaan selama seminggu hingga dua minggu.

Meski rapat Forkopimda telah digelar tiga kali, Cheko mengaku sejauh ini belum diketahui kapan eks Gafatar ini tiba Medan.

“Walaupun demikian dari rapat itu diputuskan, agar Pemkab dan Pemko yang ada warganya ikut Gafatar, untuk mempersiapkan penyambutan, termasuk melakukan pendataan dan memberikan pendampingan kepada eks Gafatar,” kata Cheko.

Berdasarkan laporan dari perwakilan Dandim 0201/BS yang mengikuti rapat menyebutkan, eks Gafatar asal Medan yang dipulangkan itu nantinya akan ditempatkan di sejumlah lokasi, yakni Lantamal I sebanyak 25 orang (7 KK), Polda Sampali 27 0rang (7 KK),  Yonzipur I 19 orang (5 KK), Yonkav 6/Serbu 32 orang (9 KK), dan Yon Armed 2 sebanyak 26 orang (7 KK).

Selanjutnya perwakilan MUI Kota Medan menegaskan, pihaknya telah menerima fatwa dari MUI Pusat, bahwa ajaran pimpinan Gafatar (Ahmad Mussadeq) dinyatakan sesat dan menyimpang dari ajaran Islam, diantaranya menganggap Ahmed Mussadeq sebagai nabi setelah Nabi Muhamamd SAW, menyatakan shalat, puasa dan ibadah haji belum wajib dan memiliki ucapan dua kali masyahadat sendiri.

Heri Zulkarnain mewakili Ketua DPRD Medan berharap, pembinaan yang dilakukan terhadap eks Gafatar harus tuntas. Jika tidak tuntas, dia khawatir eks Gafatar bisa disusupi dan dipengaruhi sehingga dikhawatirkan kembali menjadi pengikut agama sesat. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan menjadi anggota teroris seperti ISIS.

“Selain dilakukan pembinaan terus menerus, saya juga berharap kepada camat untuk mendata eks Gafatar ini selengkap-lengkapnya. Di samping itu terus pantau keberadaan mereka,” ungkap Heri.

Sementara Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis menegaskan, Pemko Medan melalui SKPD terkait, termasuk camat dan lurah, akan terus melakukan pembinaan secara intensif  terhadap eks Gafatar asal Medan yang dipulangkan  dari Kalbar tersebut. Syaiful mengingatkan, diperlukan keseriusan semua pihak dalam menangani eks Gafatar ini.

Sekda juga mengimbau masyarakat untuk dapat menerima dengan baik seluruh eks Gafatar yang dipulangkan.

“Eks Gafatar ini bukan orang lain, mereka itu adalah saudara-saudara kita juga. Jadi  terima dan rangkul mereka kembali dengan baik. Apalagi mereka saat ini sudah tidak memiliki harta benda lagi,” pinta Sekda.

Di samping itu, Sekda juga akan membicaran masalah pendidikan anak-anak eks Gafatar dengan Dinas Pendidikan Kota Medan, termasuk instansi terkait lainnya. Sebab, selama mengikuti orangtua masing-masing di Kalbar, mereka tidak mengikuti pendidikan formal di sekolah.

“Untuk itu, masalah pendidikan juga menjadi perhatian kita,” tegas Sekda. (AFR)

Foto: Rapat pembahasan penanganan eks Gafatar di Kota Medan yang dipimpin Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri Lubis, dan Heri Zulkarnain mewakili Ketua DPRD Medan di Balai Kota Medan, Kamis (4/2/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan