Binjai Dikepung Air

  • Bagikan

Binjai, BatakToday –

Tingginya intensitas hujan selama 3 hari terakhir membuat Sungai Mencirim dan Sungai Bingei yang mengapit Kota Binjai meluap, mengakibatkan banjir melanda nyaris seluruh wilayah kota, Senin (8/2/2016).

Dampak banjir yang paling ekstrim dirasakan masyarakat di Kelurahan Mencirim Berngam, Setia, dan Pekan Binjai. Bahkan di Kelurahan Mencirim, sejumlah rumah hanyut terbawa arus air.

Hingga sore tadi, ketinggian air sungai diperkirakan naik sekitar 6 meter dibanding kondisi normal. Saddam, warga Mencirim yang rumahnya ikut terbenam mengatakan, ini adalah banjir terbesar yang pernah terjadi di Kota Binjai.

Tim Penyelamat dari Raider dan Arhanud dibantu masyarakat mengevakuasi warga. (bataktoday/lud)
Tim Penyelamat dari Raider dan Arhanud dibantu masyarakat mengevakuasi warga. (bataktoday/lud)

“Nggak pernah begini Bang. Ini banjir yang paling besar. Sudah banyak rumah yang ikut hanyut terbawa arus air,” keluhnya.

Wahyu, salah seorang relawan Perintis saat ditemui BatakToday di lokasi banjir di Berngam mengeluhkan kurangnya relawan yang bekerja membantu mengevakuasi masyarakat.

“Kita kekurangan personil, karena banjir terjadi hampir merata. Dari siang tadi kita sudah ingatkan warga untuk mengevakuasi keluarga dan harta bendanya, tapi warga cuek karena sudah biasa mengalami banjir” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, puncak banjir terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

“Sejak itu baru warga mulai merasa cemas dan segera menyelematkan harta bendanya,” ketusnya.

Pantauan BatakToday, personil Polri sudah siaga sejak pukul 13.00 WIB di lokasi-lokasi banjir, dan Polantas aktif mengurai kemacetan jalan sekitar pukul 16.00 WIB. Untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Binjai, Polantas membuka jalan satu arah menjadi dua arah.

Sementara Tim Penyelamat dari Raider dan Arhanud sejak pukul 17.00 Wib tampak bekerja untuk mengevakuasi warga.

Di Kelurahan Mencirim, tampak anggota DPRD dari Partai PDIP Syarif Sitepu berada di tengah-tengah warga setempat yang mengalami banjir yang cukup parah.

“Banjir ini sudah kategori bencana serius, dampaknya sudah sampai ke lima kecamatan yang ada. Kita akan desak Pemko Binjai untuk mencari solusi agar dapat meminimalisir banjir diwaktu-waktu mendatang. Yang penting saat ini, kita harus membantu warga yang terkena musibah,” ujar Syarif.

Hingga berita ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemko Binjai tentang jenis dan jumlah korban banjir. Namun diketahui, sedikitnya 4 rumah hanyut terseret air di Mencirim.

Hingga sore ini, belum tampak tanda-tanda pihak Pemko akan mendirikan dapur umum atau penyaluran bantuan sembako. Di beberapa titik, tampak warga meminta bantuan suka rela kepada pengendara yang melewati lokasi mereka. (LUD)

Foto: Rumah hanyut diseret arus di Kelurahan Mencirim Binjai, Senin (8/2/2016). (bataktoday/lud)

  • Bagikan