Rizal Ramli: Danau Toba Akan Menjadi Pendulang Devisa

  • Bagikan

Mataram, BatakToday –

Potensi Danau Toba, Sumatera Utara sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang fokus dikembangkan selama 5 tahun ke depan, ditargetkan sebagai pendulang devisa setelah dicanangkan sebagai “Monaco of Asia” dan menjadi kebanggan Indonesia. Selama ini, meski Negara ini telah lama memiliki Kementerian Pariwisata, tetapi sektor pariwisata belum mampu memberikan nilai tambah terhadap devisa negara secara signifikan.

Hal ini disebabkan terlalu banyak lokasi wisata yang hendak dibangun secara bersamaan, sehingga dana yang ada teralokasi secara minim kepada masing-masing daerah. Akhirnya tak ada yang bisa terbangun secara maksimal.

“Kita harus komit membangun sektor pariwisata karena potensinya luarbiasa, bahkan bisa melewati pendapatan dari sektor migas, karena wilayah Indonesia ini sangat indah,” terang Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Rizal Ramli, Senin (8/2/2016) pagi di Hotel Lombok Raya, Mataram.

Hal itu diungkapkan Rizal Ramli selaku keynote speaker pada Konvensi Nasional Media Massa dengan topik “Refleksi Pers Nasional, Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan” dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2016 yang digelar di Nusa Tenggara  Barat, pada 5-10 Pebruari 2016.

Guna mendukung percepatan pembangunan destinasi wisata tersebut, kata Menko, pemerintah telah memberikan fasilitas bebas visa kepada 160 negara agar jumlah wisatawan yang berkunjung semakin besar. Selain itu, izin kapal-kapal wisata maupuan perizinan sektor-sektor pendukungnya dipermudah dan dipercepat.

Karena itulah, pemerintah sangat mengharapkan peranan media dalam membangun komunikasi program pemerintah dengan publik maupun kalangan dunia usaha serta stakeholder lainnya. Karena praktisi media merupakan orang-orang intelektual yang berkomitmen dalam pembangunan dunia kepariwisataan maupun bidang-bidang lainnya.

Di depan ratusan praktisi media cetak dan elektronik, Menko juga memaparkan sejumlah konsep pembangunan poros kemaritiman, termasuk rencana pembangunan 24 pelabuhan serta 3.500 kapal ikan untuk dibagikan kepada nelayan.

“Kita harus jadi eksportir kekayaan laut, bukan malah menjadi importir. Paradigma pembangunan kita yang selama ini hanya terfokus di daratan, sekarang saatnya kita beralih ke maritime, mengingat wilayah Indonesia lebih luas lautan ketimbang daratan,” tegasnya.

Hadir pada konvensi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksda TNI Ade Supandi, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) M Zainul Majdi, serta para pemimpin redaksi sejumlah media.

Sebelumya, Menkominfo, Ketua PWI Pusat serta Gubernur NTB didaulat memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta HPN 2016.

Usai paparan Menko Kemaritiman, Konvensi dilanjutkan dengan forum diskusi yang dipandu Prita Kemal Gani dengan pembicara, Ketua Dewan Pers, KASAL, Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi, serta peneliti media Universitas Airlangga Dr.Herlambang Perdana, yang membahas peran media dalam membangun poros kemaritiman di Indonesia. (rel/red)

Foto: Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Rizal Ramli tampil sebagai keynote speaker pada Konvensi Nasional Media Massa dengan topik “Refleksi Pers Nasional, Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan” dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2016 yang digelar Senin (8/2/2016) pagi di Hotel Lombok Raya, Mataram.

  • Bagikan