Hikmah dan Pembelajaran dari Banjir Binjai

  • Bagikan

Binjai, BatakToday –

Ratusan rumah rusak berat dan ringan, serta ribuan warga yang menderita kerugian pasca meluapnya Sungai Mencirim dan Bingei yang mengapit Kota Binjai, Senin (8/2/2016) lalu.

Setelah air surut, Selasa (9/2/2016), warga sibuk membersihkan puing-puing rumah yang rusak dan lumpur yang memenuhi rumah dan pekarangan mereka.

Enrique Chaniago, warga Jalan Imam Bonjol kepada BatakToday mengatakan, seluruh keluarga besarnya tinggal di kawasan itu dan seluruh rumah mereka beserta isinya mengalami kerusakan.

Salah satu jembatan yang ambruk diterpa banjir. (bataktoday/lud)
Salah satu jembatan yang ambruk diterpa banjir. (bataktoday/lud)

“Warga tidak menyangka banjir semalam sebesar itu, makanya warga hanya menaikkan barang-barang dan surat-surat berharga diatas meja atau lemari seperti biasanya,” ujarnya dengan wajah memelas.

Ngasub, warga lainnya menceritakan hal senada. Ia sangat menyesalkan keteledorannya tidak menyelamatkan dokumen-dokumen berharga.

“Apes, semua ijazah sekolah kami (aku dan anakku) ikut hilang terbawa air,” keluhnya.

Sejak Selasa (9/2/2016) pagi, tali asih warga sekitar terus mengalir kepada para korban banjir. Sembako, pakaian, air mineral, dan keperluan lainnya masuk ke posko-posko pengungsi yang ada, baik dari pribadi maupun kelompok.

Aidil, warga Imam Bonjol lainnya mengungkapkan kelegaannya atas perhatian masyarakat terhadap korban banjir.

“Sayang belum terorganisir secara baik. Bantuan yang datang ke posko-posko bencana tidak merata. Ada yang berlebih dan ada yang kekurangan. Mungkin karena bantuan yang datang tidak dari satu pintu. Khususnya kami yang ada di Imam Bonjol ini sangat tertekan dengan kondisi sekarang, karena disini masih mati lampu, jadi rawan maling, dan kami menjaga rumah masing-masing dengan gelap-gelapan. Apalagi cuaca dingin dan lapar karena keterbatasan makanan,” terangnya.

Yang mengalami kerusakan bukan rumah warga saja, beberapa jembatan yang ada di Kota Binjai juga mengalami kerusakan. Seperti Jembatan di Jalan Ponogoro yang menghubungkan Kecamatan Binjai Selatan dengan Binjai Timur, amblas diterjang derasnya arus air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota BinjaiNanang Eka Sumantri saat dikonfirmasi mengatakan, jembatan yang rusak akan segera diperbaiki.

“Secepatnya kita perbaiki, karena masih ada dana perawatan untuk memperbaiki jembatan yang rusak akibat terjangan air banjir,” katanya kepada beberapa wartawan yang meliput.

“Sore nanti Dinas PU akan menurunkan alat berat guna melakukan penimbunan jembatan yang ambruk agar dapat segera dilintasi masyarakat,” ujar Nanang.

Pantauan BatakToday, warga sangat antusias memberikan pertolongan dan menggalang bantuan untuk para korban banjir. Bahkan komunitas grup-grup di media sosial Facebook Kota Binjai, antara lain Binjai Kotaku (BIKOKU), Komentar Rakyat Binjai (KRB), Komunitas Anak Binjai (KaBIN), dan Berani Bela Masyarakat Binjai  (BBM Binjai), terpanggil untuk saling berbagi tali asih dengan korban banjir.

Keperdulian masyarakat Binjai terhadap nasib saudara-saudaranya yang ditimpa bencana juga terlihat pada ribuan update status para netizen.

Salah satu netizen dengan inisial Gip Dan Brilliant Laundry menuliskan status yang mengunkapkan sisi positif dari bencana banjir yang menimpa masyarakat Kota Binjai. Berikut ini kutipan status tersebut.

HIKMAH DARI BANJIR BINJAI (1) mempererat kebersamaan, (2) memunculkan jiwa sosial dan gotong royong, (3) berlomba membantu sesame, (4) sadar bahwa harta cuma titipan, (5) semakin mendekatkan diri pd Allah. Apalagi ya, silahkan sobat SRB barangkali ada yg mau menambahkan.(lud)

Foto: Enrique Chaniago, salah satu korban banjir di kawasan Jalan Imam Bonjol,  sedang mengamati keadaan rumah keluarganya yang rusak akibat banjir yang melanda Kota Binjai, Senin (8/2/2016) lalu. (bataktoday/lud)

  • Bagikan