KPUD dan Panwas Simalungun akan Dilaporkan ke DKPP

  • Bagikan

Simalungun, BatakToday –

Tiga pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Simalungun akan melaporkan KPU dan Panwas setempat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena diduga melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan serta tidak netral dalam penyelnggaraan Pilkada Simalungun.

Hal itu diungkapkan Dewi, kuasa hukum paslon Nuriaty Damanik-Posman Simarmata pada konperensi pers yang digelar tiga paslon yang menolak hasil Pilkada Simalungun, Kamis (11/2/2016) di Center Pemenangan TPS-Syah Jalan Asahan, Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Dewi menjelaskan, beberapa hal akan menjadi alasan yang kuat untuk pengajuan gugatan hukum. Satu diantaranya masalah gugatan ke PTTUN Medan yang dilakukan JR Saragih beberapa waktu yang lalu, dimana hanya JR sendirian yang mengajukan gugatan, tidak bersama dengan pasangannya Amran Sinaga.

“Jadi sesuai dengan putusan PTTUN, seharusnya  yang boleh mengikuti pilkada hanya JR Saragih, Amran Sinaga tidak bisa. Bagaimana mungkin calon tanpa wakilnya menjadi peserta pilkada,” tukas Dewi.

Dewi menambahkan, paslon-nya juga menduga  adanya konspirasi antara pengawas pilkada dengan paslon nomor urut 4 JR Saragih-Amran Sinaga. Alasannya, saat paslon Nur-Posma dan Evra-Sugito mendaftarkan gugatan ke Panwas Simalungun, pendaftaran gugatan ditolak tanpa terlebih dahulu berkas gugatan diperiksa.

Temuan adanya dua jenis surat suara, menurut Dewi, menjadi alasan mengadukan KPU Kabupaten Simalungun selaku penyelenggara pilkada.

“Apakah bisa surat suara dalam suatu pilkada terdiri dari dua versi? Kami punya saksi untuk itu, dan kami juga akan buktikan nanti di rapat pleno kecamatan,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, fakta-fakta pelanggaran dan ketidaknetralan tersebut menjadi alasan untuk melaporkan KPU dan Panwas Kabupaten Simalungun ke DKPP.

“Gara-gara merekalah Pilkada Simalungun ini begini. Kalau KPUD dan Panwas Simalungun independen melaksanakan tugasnya, tidak seperti ini jadinya,” pungkas Dewi. (EM)

Foto: Suasana konperensi pers penolakan hasil Pilkada Simalungun oleh 3 paslon di Center Pemenangan Tumpak-Syah di Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/2/2016). (bataktoday/em)

  • Bagikan