Pj Walikota Siantar: “Jalan Longsor Depan Rindam Harus Segera Ditangani”

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Hujan deras yang mengguyur Kota Pematang Siantar selama sepekan terakhir mengakibatkan badan jalan lintas nasional Sisingamangaraja di depan Rindam I/BB, Kecamatan Siantar Sitalasari longsor. Akibatnya jalan yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dengan Kabupaten Simalungun menuju wilayah Tapanuli dan Tanah Karo tersebut sama sekali tak bisa dilalui kendaraan.

Penjabat Walikota Pematangsiantar, Drs.Jumsadi Damanik, SH,M.Hum bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rufinus Simanjuntak ST, Kadis Perhubungan Posma Sitorus SH meninjau lokasi tersebut, Kamis siang (11/2). Didampingi Plt.Kabag Humas Jalatua Hasugian, Pj Walikota meminta kepada Kadis Bina Marga agar secepatnya menghubungi pemerintah pusat melalui Balai Pengelolaan Jalan dan Jembatan Sumatera Utara. Karena mereka merupakan pihak yang mengelola jalan nasional.

“Kita minta agar pihak Balai Sumatera Utara segera menanganinya, jangan sampai kerusakan bertambah parah. Apalagi sekarang setiap hari hujan turun. Kondisi ini merupakan bencana alam yang harus segera dikerjakan, apalagi jalan ini sangat vital bagi transportasi kita,”katanya seraya mengamati bagian-bagian badan jalan serta gorong-gorong yang amblas terbawa air.

Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan dari jalan penghubung menuju Naga Huta yang persis berada di sebelahnya.

Jalan Nasional Terputus, Truk Masuk Jalan Kota

Namun dari amatan BatakToday, Kamis 11/2, sekitar pukul 18.00, truk- truk bertonase besar dan bus berukuran besar melintasi Jalan Rajamin Purba dan Jalan Kartini, sebelum memasuki Jalan MH Sitorus untuk mencapai Jalan Gereja yang menuju arah Simpang Dua.

Keadaan ini megganggu kelancaran  lalu lintas di persimpangan jalan Kartini dengan Jl. Rajamin Purba (Simpang Samsat Lama), sehingga tukang parkir di sekitar tempat itu terpaksa turun tangan untuk mengatur lalu lintas.

Warga Kelurahan Banjar, Hendry Haloho, yang dijumpai saat kemacetan di Simpang Samsat memberikan komentar bahwa longsor di depan Rindam terlalu lama dibiarkan.

“Sebelum akhir tahun lalu pun sudah longsor yang di depan Rindam itu. Dibiar-biarkan jadi parah lah. Asik nunggu tahun anggaran barunya pula Pemko ini,” komentarnya menyalahkan.

Ketika BatakToday menjelaskan bahwa itu ada jalan Nasional, di bawah otoritas Balai Jalan Jembatan Sumatera Utara, Haloho tetap tidak terima.

“Ya kalaupun jalan Negara, kan orang PU Siantar (Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kota Pematang Siantar, red) cepat-cepat lah lapor sama orang PU Pusat. Kalau begini, sampai jalan putus, yang rugi kita juganya yang di kota ini. Jadi masuklah truk-truk besar itu ke kota. Udah bikin macet, jalan pun cepat hancur lah, ini kan bukan jalan untuk truk besar,” sungutnya sambil menunjuk ke Jalan Kartini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada petugas yang membantu kelancaran lalu lintas di sekitar Jalan Kartini. (rel/ajvg)

Foto:

Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik, disertai Kadis PU Bina Marga dan Pengairan Kota Pematang Siantar, meninjau jalan lonsor di depan Rindam, Jalan Sisingamangaraja, Pematang Siantar, Kamis 11/2/2016 (humas kota)

  • Bagikan