PUSSIS Unimed Pamerkan Surat Kabar Berusia Ratusan Tahun

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional, Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed menggelar pameran surat kabar di Digital Library Unimed, Selasa (9/2/2016). Pameran menampilkan 120 surat kabar yang pernah terbit di Sumut sejak 130 tahun silam, diantaranya Sumatera Courant terbitan Kotanopan tahun 1886, ditulis dalam bahasa Belanda.

Rektor Unimed Syawal Gultom mengatakan, memori perjalanan dan perjuangan bangsa melalui pameran itu membuktikan peran penting dari media surat kabar. Syawal juga meyakini bahwa surat kabar tidak akan pernah mengalami kepunahan dari muka bumi ini.    Ia mencontohkan, hingga saat ini penerbitan surat kabar tetap eksis di Negara maju seperti Amerika, Belanda, Australia dan negara maju lainnya.

“Jadi saya menduga umur koran akan sama dengan umur bumi ini,” katanya.

Dikatakannya juga, bahwa media yang konsisten sebagai media perjuangan, akan bertahan.

“Hadirnya koran untuk ide, pemikiran dan alat pendidik bagi rakyat. Jadi koran yang tidak pada posisinya akan ditelan zaman,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI Marwanda Sopang mengatakan, pameran surat kabar menjadi penting untuk mencegah distorsi pemikiran masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Ia mengapresiasi upaya PUSSIS Unimed yang menjembataninya dengan menggelar pameran surat kabar.

“Bagi saya ini menjadi penting, paling tidak ini bisa mendorong untuk menghasilkan peraturan, baik itu Perda maupun UU yang menekankan agar pemimpin kota melindungi dan melestarikan surat kabar. Kita harapkan ini menjadi rujukan nasional,” katanya.

Sementara, anggota DPRD Kota Medan Anton Panggabean menilai, langkah yang dilakukan Unimed melalui PUSSIS menjadi catatan sejarah dan dihararapkan dapat membuka cakrawala berpikir generasi muda.

“Ini menjadi aset yang ke depan bahkan tak ternilai. Kita juga sepakat agar ke depan kearsipan surat kabar lebih diperhatikan,” katanya.

Turut hadir Wartawan Senior Zaidan BS, utusan PWI Sumut Sugiatmo, tokoh masyarakat Afifuddin, para pemimpin redaksi surat kabar di Sumut, redaktur dan perwakilan Pemko Medan.

Kepala PUSSIS Unimed Dr Phil Ichwan Azhari MS menyampaikan, pameran diinisiasi dengan harapan berdirinya museum surat kabar di Kota Medan.

“Kami minta masyarakat melihat koran sebagai memori bangsa ini. Dan kepada pers, kegiatan ini sebagai otokritik karena tidak menjaga memorinya dengan baik,” ujar Ichwan.

Menurutnya, sejumlah penerbit surat kabar terbitan Sumut tidak memiliki arsip terbitannya sendiri, sehingga PUSSIS mengalami kesulitan dalam mengumpulkan dokumen tua tersebut.

“Justru saya menemukan surat kabar terbitan Sumut di Jerman, dan dijual di pasar loak. Mereka mengawetkannya sehingga cetakan yang asli masih ada disana, dan saya bercita-cita untuk membawanya ke Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ichwan, surat kabar menjadi catatan sejarah tentang bangsa yang mencatat denagn detil beragam peristiwa yang pernah terjadi.

Pada kesempatan itu, diadakan pertunjukan ‘Genderang Mutiara’, karya Muklis Hasbullah Dosen Fakultas Seni yang mengkolaborasikan pekerjaan mesin ketik saat membuat berita dengan nada-nada laiknya musik profesional. (AFR)

Foto: Rektor Unimed Syawal Gultom dan wartawan senior Zaidan BS mencontohkan penggunaan mesin ketik pada pembukaan pameran Surat Kabar di Digital Library Unimed, Selasa (9/2/2016).[youtube width=”100%” height=”300″ src=”JEXY6qGV9RU”][/youtube]

  • Bagikan