Ratusan Warga Indonesia Tergabung dalam ISIS

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Hingga saat ini, sekitar 384 orang Indonesia tergabung dalam gerakan radikal ISIS. Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution ketika berada di Medan, Rabu (10/2).

Dijelaskannya, dari ratusan orang tersebut, beberapa diantaranya telah meninggal dalam pertempuran di Suriah.

“Dari data kepolisian, sebanyak 384 orang telah bergabung (ke ISIS). Kemudian juga, saat ini yang meninggal tertembak di Suriah sana 53 orang,” kata Saud.

‪Selain  tewas tertembak, adapula yang mati karena aksi bom bunuh diri. Tercatat, dalam aksi bom bunuh diri sudah ada 4 orang warga negara Indonesia yang meninggal dunia.

‪”Yang sudah dideportasi dari luar negeri, apakah yang sudah tertangkap di Suriah atau yang sudah pulang, sebanyak 207 orang,” ungkap Saud.

‪Saat ini, ke 207 orang itu sebagian masih ada yang menjalani pemeriksaan. Mereka yang dicurigai terlibat tetap dipantau gerak-geriknya.

‪”Kami terus melakukan pengamatan dan pemantauan terhadap mereka-mereka ini. Dalam undang-undang terorisme, kami akan meminta mencabut kewarganegaraan mereka yang terbukti bergabung ke Suriah,” ungkap Saud.

‪BNPT juga siap merangkul kalangan teroris yang telah bertobat. Para pelaku teror yang bertobat akan diberdayakan dan diberi pekerjaan.

‪”Kita tidak boleh menjauhi mereka yang sudah bertaubat. Kita harus merubah mindset-nya. Setelah berubah, nantinya mereka ini akan kita beri keterampilan,” ujarnya.

Menurut Saud, anggota teroris yang sudah keluar dan bertobat ini akan diberikan pekerjaan yang layak.‪Sehingga, jika mereka sudah memiliki pekerjaan dan usaha sendiri, tentunya mereka ini akan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

‪”Mereka-mereka ini harus diperhatikan. Agar pandangannya tetap berpihak kepada Negara, bukan kepada kelompok radikal,” katanya. (AFR)

Foto: Tiga dari ratusan pemuda Indonesia yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (news.liputan6.com)

  • Bagikan