Anak Sekolah Pinggir Rel Minta PT KAI Tunda Penggusuran

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Massa yang tergabung dalam Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK – MPR) Kota Medan melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor PT KAI, Jalan HM Yamin, Senin (15/2/2016). ‪Aksi diikuti para pelajar SD, SMP dan mahasiswa yang tinggal di pinggir rel dari stasiun besar hingga Brayan.

‪Ketua FK-MPR Kota Medan, Jhoni  Naibaho mengatakan, penggusuran yang dilakuan PT KAI terhadap masyarakat pinggir rel menyakiti hati rakyat.

‪”Sebagai negara demokrasi, panglimanya adalah rakyat. Pemerintah sebagai penyelenggara harus hadir untuk melindungi hak-hak rakyat untuk hidup,” katanya.

Masyarakat yang tinggal di pinggir rel tidak ada keinginan menghambat PT KAI membangun rel, namun masyarakat hanya ingin dilakukannya relokasi yang layak.

“Kami ingin pemerintah dapat memberikan relokasi yang layak, agar kami dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan dapat membesarkan anak kami,” jelasnya.

Jika penggusuran tetap dilakukan tanpa relokasi, katanya, maka ada ribuan anak bangsa akan putus sekolah dan menjadi gelandangan.

‪”Kami tidak perlu tali asih. Yang kami perlukan adalah relokasi yang layak, agar anak kami yang sebagai penerus bangsa tidak jadi gelandangan . Jika pembangunan rel dipending dulu, maka Indonesia tidak akan runtuh,” ujarnya.

‪Untuk itu, mereka mendesak PT KAI untuk membatalkan penggusuran permukiman sepanjang rel sebelum adanya relokasi.

‪”Kita meminta relokasi yang layak dan manusiawi bagi seluruh rakyat yang terdampak rencana penggusuran,” ungkapnya.

‪Mereka juga mendesak Pemko Medan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat pinggir rel.

‪”Kita menolak keterlibatan TNI, Polri, Satpol PP, serta aparat terkait dalam penggusuran. Kita juga menuntut DPRD Medan untuk menepati janji dalam penyelesaian proses penggusuran,” katanya. (AFR)

Foto: Sejumlah anak dengan seragam sekolah turut menuntut agar PT KAI menunda rencana penggusuran rumah mereka yang berada di jalur rel Stasiun Besar Medan Menuju Pulo Brayan, Senin (15/2/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan