Eldin-Akhyar Siap Luncurkan Program Medan Rumah Kita

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Setelah resmi dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Medan, T Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution menyatakan siap meluncurkan program percepatan pelayanan dan pembangunan Medan Rumah Kita.

“Visi dan misi kami menjadi satu acuan dalam melaksanakan pembangunan Medan Rumah Kita. Untuk melakukannya, secara teknis kami melibatkan kajian dari akademisi,” kata Eldin usai pelantikan kepala daerah serentak periode 2016-2021 di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (17/2/2016).

Eldin memaparkan, ada satu acuan yang akan diterapkan dan sudah melalui kajian akademis, khususnya dalam pelayanan administrasi kependudukan, seperti KTP, KK dan Akta Kelahiran. Dalam pelaksanaannya selama ini, administrasi terfokus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga dalam proses pelaksanaannya panjang dan memakan waktu cukup lama.

“Saya akan mengubah alur pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan, yang lebih cepat, mudah dan gratis,” ujar suami Hj Rita Maharani ini.

Sedangkan untuk pelayanan pendidikan, paparnya, melalui Dinas Pendidikan akan dilakukan penataan kualitas maupun kuantitas guru. Resdistribusi guru akan dilakukan melalui sistem penilaian kinerja guru. Selanjutnya, mengintervensi penertiban siswa pada saat jam belajar.

“Jadi siswa itu dibuat jam belajarnya, sehingga bagi usia pelajar akan kena pemberlakukan jam belajar,” kata ayah tiga anak ini.

Sementara itu, di bidang kesehatan, mantan Sekda Kota Medan ini menyebutkan, peningkatan pelayanan BPJS serta penambahan fasilitas pelayanan di wilayah Medan bagian utara menjadi prioritas. Nantinya, akan didirikan rumah sakit tipe C di Medan Labuhan.

Eldin juga berkomitmen menjadikan Kota Medan sebagai destinasi wisata kota tua, dimana setiap bangunan bersejarah akan disinkronkan pelesetariannya, baik menggunakan dana APBD maupun dengan memanfaatkan dana CSR.

Di tempat yang sama, Akhyar memaparkan penanggulangan genangan air di Kota Medan. Alumni Fakutas Teknik Sipil USU ini menyebutkan, ada empat hal dan tindakan yang akan dilakukan. Pertama, posisi saluran drainase banyak ditutup oleh masyarakat. Anehnya, tidak ada lubang inlet, sehingga air sulit masuk ke drainase. Akibatnya ruas jalan menjadi tergenang. Kedepan ini harus dibenahi, setiap saluran drainase yang tertutup harus memiliki lubang inlet.

Selanjutnya, genangan air di jalan juga disebabkan sedimentasi (pendangkalan, red) pada saluran drainase, sehingga perlu dilakukan normalisasi dengan cara yang benar. Karena, selama ini banyak pekerjaan normalisasi yang tidak dilakukan dengan benar, seperti penyempitan saluran drainase ketika dilakukan perbaikan dinding drainase.

Kemudian, saluran drainase yang ada di Kota Medan tidak terhubung (disconnected). Contohnya seperti saluran drainase yang ada di Jalan Bilal, sebelum dibuang ke sungai harus melewati jalur ke Jalan Krakatau, Sidorukun sampai akhirnya ke sungai yang ada di Jalan Bayangkara.

“Itu terlalu jauh, perlu dipersingkat waktu penyaluran air pada saluran drainase. Rata-rata saluran drainase yang ada di Kota Medan seperti itu,” terang Akhyar.

Terakhir, sebutnya, melakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Medan. Sayangnya normalisasi sungai menjadi tanggungjawab dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) atau instansi vertikal. Karena itu perlu komunikasi yang intens guna mencocokkan program kerja Pemko Medan yang dibiayai oleh APBD dengan program BWSS II yang dibiayai oleh APBN.

Akhyar menyebutkan, setelah drainase dan jalan, program percepatan yang akan dilakukan yakni menata transportasi agar Kota Medan tidak bertambah macet. Perlu diketahui, saat ini volume kendaraan per jam sudah mengalami peningkatan hingga 200 persen dari kapasitas yang ada. Misalnya dalam satu jam kendaraan yang melintas seharusnya 1.000 unit, tapi kondisinya sudah mencapai 2.000 unit. Hal inilah yang diantisipasi dengan beberapa pendekatan, diantaranya menyiapkan kendaraan massal, Land Rapid Transport (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), dan bus rapid transport (BRT).

“Kesemuanya tetap akan mendapatkan subsidi dari pemerintah,” katanya.

Pada syukuran usai pelantikan, ribuan warga Kota Medan menghadiri acara yang digelar Tengku Dzulmi Eldin beserta keluarga di rumah dinas Walikota Jalan Sudirman Medan. Selain ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, acara ini juga digelar sebagai wujud rasa terima kasih kepada seluruh warga Kota Medan yang telah memilih dan kembali memberikan  amanah kepadanya untuk memimpin Kota Medan.

Eldin berharap melalui acara syukuran ini, semakin terbangun tali silaturahmi dan rasa kebersamaan yang erat dengan seluruh warga.

Dalam acara syukuran ini, Eldin bersama sang istri Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin ditepung tawari oleh Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi beserta sejumlah pejabat lainnya, sekaligus upah-upah agar terus diberi kekuatan dan kesehatan  oleh Sang Khalik sehingga berhasil menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

Di samping Plt Gubsu, acara syukuran turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumatera Utara, diantaranya Kapoldasu Irjen Pol Ngadino, Kasdam Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco, anggota DPR-RI, Trimedya Panjaitan, unsur FKPD Kota Medan diantaranya Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Dandim 0201/BS Kol Inf Maulana Ridwan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan SKPD, camat, lurah dan undangan lainnya.

Antusiasme masyarakat menghadiri acara syukuran ini cukup tinggi. Sejak pagi warga sudah ramai mendatangi rumah dinas walikota, meski Eldin masih mengikuti prosesi pelantikan bersama 14 bupati/wali kota se-Sumut di Lapangan Merdeka. (AFR)

Foto: Walikota dan Wakil Walikota Medan, T Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution saat dilantik Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Rabu (17/2/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan