Program Indonesia Pintar Mulai Bergulir di Humbahas

  • Bagikan
????????????????????????????????????

Doloksanggul, BatakToday –

Bantuan Siswa Miskin (BSM) sekarang berubah nama menjadi Program Indonesia Pintar (PIP). Dana Program Indonesia Pintar ini mulai ditetapkan pada tahun 2015 lalu dengan merangkum peserta Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) yang telah terdata sebelumnya dan memiliki nomor rekening virtual.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Marusaha Nababan di ruang kerjanya Kamis,(18/2/2016).

Marusaha menjelaskan, penerima PIP ini adalah siswa Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari hasil pendataan, sebanyak 21.282 siswa SD dan 30.448 siswa SMP terdaftar sebagai penerima PIP.

Penyaluran dana PIP ini dilakukan langsung oleh bank penyalur yaitu Bank BRI kepada siswa penerima melalui orangtua, dengan 16 tahap pencairan untuk satu tahun. Nilai bantuan yang diterima per siswa besar Rp 450.000 untuk SD dan Rp 750.000 untuk SMP.

Indikator yang berhak menerima dana PIP, menurut Marusaha, ialah yatim piatu, korban PHK dan korban bencana alam, dengan kata lain kategori keluarga yang tidak mampu.

“Alur penerimaan PIP tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak sekolah sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Setelah didata pihak sekolah, selanjutnya data tersebut disampaikan ke Kemendikbud untuk diverifikasi. Selanjutnya, Kemendikbud menetapkan siswa-siswa penerima melaui SK Dirjen. Setelah itu dana turun ke bank penyalur. Pihak Bank penyalur berkoordinasi dengan pihak dinas pendidikan dalam hal pemberitahuan ke sekolah-sekolah. Kemudian pihak sekolah memberitahukan kepada orangtua murid agar dana PIP tadi segera diambil “ terangnya.

Marusaha mengaku, dinamika pertumbuhan ekonomi rakyat menjadi salah satu kendala, sebab perubahan yang terjadi tidak bisa didentifikasi dengan cepat sesuai keadaan. Akibatnya dana PIP yang hendak disalurkan tertanam di bank penyalur.

Ketika disinggung tentang tingkat serapan dana PIP tersebut, Marusaha menjelaskan bahwa keterlibatan Dinas Pendidikan hanya sebatas penyediaan data dan penyampaian himbauan kepada pihak sekolah. Menurutnya, yang lebih mengetahui persentase penyaluran hanya pihak bank penyalur

Sementara itu, pihak Bank BRI Doloksanggul melalui sales person Dana Jasa Edi Simarmata mengatakan, pihaknya hanya dapat memberikan data yang diminta awak media jika mendapat pendampingan dari pihak Dinas Pendidikan.

“kita tidak dapat memberikan data tersebut. Tetapi kalau ada pendampingan dari Dinas Pendidikan, baru bisa kita kasih” ujar Edi

Edi juga mengakui, pemberian dana PIP tersebut langsung dibagi oleh pihak Bank BRI ke sekolah masing-masing sesuai surat keterangan sebagai penerima. Kebijakan tersebut, menurutnya, dilakukan karena para nasabah banyak yang komplain atas kehadiran para orang tua murid di lobbi antrian. (FT)

Foto: Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Humbahas, Marusaha Nababan ketika memberikan keterangan pers. (bataktoday/ft)

  • Bagikan