BNN Gagalkan Pengiriman 25 Kg Sabu Melalui Bus Makmur

  • Bagikan
KAMPANYE STOP NARKOBA MINI MARKET

Medan, BatakToday –

Kota Medan tampaknya masih menjadi sasaran penyelundupan narkotika jenis sabu asal Malaysia. Senin (22/2/2016), Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Polri dan TNI berhasil mengungkap pengiriman 25 kg sabu asal Malaysia ke Kota Medan.

Barang bukti diamankan beserta tiga pelaku warga Medan bernama Roy (28), Franska (20) dan Buyung (33), serta  Khairul (29) warga Dumai. Pelaku bernama Roy terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena mencoba melarikan diri saat diamankan.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil Daihatsu Luxio BK 1233 JF, 1 unit bus makmur BK 7666 DK, uang Rp 9 juta, handphone, STNK, dan beras.

Saat memaparkan tangkapan ini, Kepala BBN, Komjen Budi Waseso, Senin (22/2/2016) malam menyebutkan, awalnya petugas mendapat informasi tentang adanya pengiriman 25 Kg sabu asal Malaysia yang dibawa dari Dumai dengan menggunakan bus Makmur.

‪Mendapat informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku Khairul, Franska dan Buyung di pool bus Makmur Jalan Sisingamangaraja Medan, berikut barang bukti 25 kg sabu-sabu. Pelaku berangkat dari Dumai pada Sabtu (20/2/2016) malam dan sampai di pool bus Makmur Medan pada Minggu (21/2) sekitar pukul 06.00 WIB,” jelasnya.

‪Dari pengakuan pelaku, barang haram itu akan diantarkan kepada Roy ke Hotel Alam Indah di Jalan Jamin Ginting. Pengembangan terus dilakukan, dan Roy yang merupakan pengendali barang barang haram itu diamankan.

Saat akan ditangkap, Roy melarikan diri dengan mobil Daihatsu Luxio, dan kejar-kejaran terjadi hingga Jl Aksara.

“Disitu pelaku terkena tembakan di perut,” katanya.

Pelaku sengaja mengelabui petugas dengan menutup barang haram itu dengan beras.

‪”Sabu-sabu itu berasal dari Malaysia dan masuk melalui pelabuhan kecil di Dumai. Sabu-sabu itu akan diedarkan di Kota Medan,” ujarnya.

‪Buwas mengaku, pengiriman sabu ke Kota Medan merupakan yang kedua kalinya.

“Para pelaku ini merupakan pemain lama untuk narkoba. Kita punya catatan mereka,” katanya.

‪Buwas menjelaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan apakah pegendalian jaringan tersebut dari Lapas Tanjung Gusta.

“Ini masih kita dalami apakah pengendalinya ada di Lapas Tanjung Gusta atau tidak,” imbuhnya.

Pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, termasuk melakukan komunikasi dengan polisi Diraja Malaysia.

‪”Pelaku kita jerat dengan pasal 112, 114, 123 KUHPidana. Pelaku juga dapat kita jerat dengan UU TPPU,” katanya.

Dari hasil pengecekan, ternyata narkoba itu merupakan sabu-sabu kelas satu. (AFR)

Foto: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso..

  • Bagikan