Elda, Juara Tinju Junior Putri Korban Banjir Binjai

  • Bagikan

Binjai, BatakToday –

Elda Dara Asra Sirait (13), peraih Juara I  Kejurda Tinju Putri Sumatera Utara yang digelar di Lapangan Merdeka Binjai Mei 2015 lalu, mengalami masalah pasca banjir yang melanda Bijai beberapa waktu lalu. Pasalnya, rumah keluarganya di Jalan Hokki Kelurahan Mencirim tak luput dari terjangan banjir, yang mengakibatkan seluruh perabot dan barang-barang penting milik keluarga sederhana itu mengalami kerusakan, termasuk buku-buku dan peralatan sekolah Alda.

Ketika BatakToday  mengunjungi petinju putri berbakat ini di rumahnya, Minggu (21/2/2016), Elda tampak lesu dan lebih banyak diam sambil termenung. Ayahnya, M Ismail Sirait menjelaskan, sejak banjir menimpa rumah mereka 8 Februari lalu, perilaku Elda yang biasanya ceria berubah menjadi pendiam.

“Mungkin karena dia prihatin melihat kesulitan kami orangtuanya,” terang Ismail.

Ismail mengatakan, selain perabotan rumahnya mengalami kerusakan akibat terendam banjir, buku-buku dan peralatan sekolah anak-anaknya juga ikut menjadi korban banjir dan tidak bisa digunakan lagi.

“Nggak bisa terelak, pakaian dan perabot kami semua rusak terendam air, termasuk pakaian dan buku-buku sekolah Elda beserta abang dan adiknya,”  ucapnya.

Selama ini, terang Ismail,  segala kebutuhan Elda untuk meraih cita-citanya menjadi petinju wanita yang tangguh selalu dipenuhinya, seperti peralatan latihan tinju, vitamin,  dan makanan suplemen yang dapat mendukung sataminanya.

“Tapi sekarang terhenti, karena aku masih pusing mikiri dampak banjir ini. Padahal bulan April nanti Elda rencananya mengikuti kejurda di Sergai,” keluhnya.

Ditanya tentang perhatian Pemerintah Kota Binjai dan KONI atas kesulitan yang menimpa Elda, Ismail mengatakan, kedua pihak itu belum ada mendatangi dirinya maupun putrinya.

“Mungkinpun mereka nggak tau. Entahlah,” jawabnya dengan nada skeptis.

“Kemarin saja cuma dapat tropi sama medali, nggak ada yang namanya uang pembinaan atau apapun,” imbuhnya.

Ismail menceritakan, ia sempat berniat membawa Elda pindah ke Batam,  mengingat semangat Elda untuk menjadi petinju profesional dan prestasinya yang selalu menang KO atas lawan-lawannya. Informasi yang diperolehnya, Pemerintah Kota Batam sangat memperhatikan pembinaan atlit di daerah itu.

Namun Ismail mengurungkan niatnya, mengingat Elda masih duduk dikelas 2 SMP.

“Biarlah Elda jalani dulu disini, atau nanti kutitipkan di sasana dekat rumah keluarga di Langkat,” ujarnya lirih. (LUD)

Foto: Elda menunjukkan tropi yang diraihnya dari ring tinju. (bataktoday,lud)

  • Bagikan