Kota Medan Target Peredaran Narkoba Jenis Baru

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Masyarakat Kota Medan diingatkan untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru. Keberadaan barang haram ini menjadi perhatian pemerintah saat ini. Hal ini juga membuat Indonesia benar-benar darurat narkoba.

‪Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso mengungkapkan hal itu ketika berada di Medan, Senin (22/2/2016).

“Data yang diperoleh, saat ini ada 28 jenis narkoba baru yang beredar di Indonesia. Narkoba jenis baru tersebut dapat berbentuk cair, tembakau dan pil,” katanya saat paparan penangkapan 25 Kg sabu di pool bus Makmur, Jalan Sisingamangaraja Medan.

‪Kini Sumatera Utara, khususnya Medan, kata Buwas, masuk peringkat ke-3 peredaran terbesar narkoba di Indonesia, selain Jakarta dan Surabaya.

“Narkoba tidak hanya masuk dari Kota Dumai, tapi juga dari Medan maupun Aceh,” jelasnya.

Untuk itu, terkait pengungkapan penyelundupan 25 kg sabu kelas nomor satu tujuan Medan, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan polisi Diraja Malaysia untuk mencari  penyuplai barang haram tersebut.

‪Buwas berharap masyarakat dapat bekerjasama dengan BNN, TNI dan Polri dalam pemberantasan narkoba.

“Seluruh lapisan masyarakat harus lebih waspada. Narkoba  sangat berbahaya. Apabila melihat keberadaan bandar ataupun pengedar, silahkan langsung melapor. Kita semua harus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia ini. Jika terus dibiarkan, tentu akan merusak generasi bangsa,” katanya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Polri dan TNI berhasil mengungkap pengiriman 25 Kg sabu asal Malaysia ke Kota Medan.

Barang bukti diamankan beserta tiga pelaku bernama Roy (28), Franska (20),  dan Buyung (33) yang merupakan warga Medan, serta  Khairul (29) warga Dumai. Pelaku bernama Roy terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena mencoba melarikan diri saat diamankan.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil Daihatsu Luxio BK 1233 JF, 1 unit bus Makmur BK 7666 DK, uang Rp 9 juta, handphone, STNK, dan beras. (AFR)

Foto: Ilustrasi.

  • Bagikan