Pijar Keadilan Temukan Kecurangan Pilkada Humbahas

  • Bagikan

Dolok Sanggul, BatakToday –

Pemantau Pilkada Serentak 2015 dari Pijar Keadilan menemukan sejumlah dugaan kecurangan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang dilakukan oleh para pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati dengan berbagai modus.

“Dari hasil pantauan kita di lapangan, hampir seluruh tahapan Pilkada Humbahas dilanggar oleh para paslon Bupati dan Wakil Bupati Humbahas, terlebih paslon nomor urut 2, Dosmar Banjarnahor dan Saut Parlindungan Simamora,” kata Koordinator Nasional Pemantau Pilkada Serentak 2015, Saidin Yusuf YP kepada BatakToday di Dolok Sanggul, Senin (22/2/2016).

Dijelaskan, selain menemukan dugaan kecurangan terhadap UU No.8 Tahun 2015 dan PKPU, pihaknya juga menemukan adanya dugaan dana mahar terhadap parpol dan dana kampanye yang melanggar UU dan peraturan-peraturan penyelenggara.

Selain itu, juga ditemukan dugaan kebohongan publik atas laporan awal dana kampanye (LADK), laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) dan laporan penerimaan dana pengeluaran dana kampanye (LPPDK), serta dugaan kebohongan tentang sumbangan dana di luar sumbangan paslon nomor urut 2.

“Setelah kita membaca dan mengamati LADK, LPSDK dan LPPDK yang dilaporkan paslon nomor urut 2 kepada KPU Humbahas, terdapat banyak kebohongan yang mengarah pada tindak pemalsuan dokumen Negara, bahkan kebohongan itu kami nilai ada di setiap tahapan. Mulai dari pengadaan alat peraga kampanye (APK) dan sejenisnya disebutkan lebih kurang Rp 32 juta, padahal sesuai info yang kami dapat dari pencetak APK-APK tersebut sudah melebihi Rp70 juta dengan asumsi lebih kurang Rp 7 juta setiap kecamatan,  belum termasuk honor pemasangan,” kata Saidin yang juga mantan anggota KPU Pusat di awal era reformasi.

Lebih lanjut, katanya, dalam pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka dilaporkan tidak ada pengeluaran. Akan tetapi kenyataannya pada setiap pertemuan, paslon ataupun tim sukses paslon nomor urut 2 telah mengeluarkan minimal Rp 2 juta untuk “pasituak natonggi”, rokok dan biaya transport. Menurutnya, tempat-tempat pertemuan telah diidentifikai secara detil dan lengkap.

“Selain itu, ada juga sumbangan papan bunga, sumbangan uang dukacita, melakukan pesta dan menyembelih kerbau dan babi, poster dan spanduk lebih kurang 100 unit becak, sumbangan ke gereja-gereja, biaya makan dan minum kampanye terbatas, honor-honor tim sukses mulai dari Kordes dan Korcam, biaya sewa tenda, panggung, teratak, sound system, uang togu-togu ro atau ingot-ingot, uang transportasi atau sewa mobil, sewa artis dan sejumlah kegiatan lainnya tidak ada dalam laporan LPPDK mereka,” tandas mantan wartawan LKBN Antara itu.

Dia menambahkan, dana pengeluaran setiap tahapan pilkada sangat besar. Informasi sementara yang mereka dapat sudah berkisar lebih kurang 40 miliar. Namun sesuai LPSDK, yang dilaporkan paslon nomor urut 2 hanya sebesar Rp1,2 miliar, yang berasal dari paslon Bupati dan Wakil Bupati.

Untuk itu ia mengajak masyarakat Humbahas untuk ikut mengawasi kinerja paslon nomor urut 2, yang saat ini telah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Humbahas periode 2016-2021. Sebab menurut dia, paslon yang menghambur-hamburkan uang cenderung akan berusaha mengembalikan uangnya dan mencari untung setelah menjabat.

“Sesuai LPSDK yang dilaporkan paslon nomor urut 2, penyumbang dana untuk paslon itu tidak ada sama sekali. Sementara pengeluaran sudah puluhan miliar. Oleh sebab itu, Pijar Keadilan akan melaporkan hal tersebut secara khusus ke Mabes Polri untuk terangnya dugaan kecurangan-kecurangan money politic, dugaan uang mahar kepada oknum petinggi parpol,” kata Saidin.

Ketua Tim Pemenangan paslon nomor urut 2, Josep Nababan, ketika dikonfirmasi melalui selulernya belum bersedia memberikan keterangan resmi. Begitu juga ketika ditanyai melalui SMS, yang bersangkutan juga belum bersedia memberikan jawaban. (FT)

Foto: Koordinator Nasional Pemantau Pilkada Serentak 2015 Pijar Keadilan, Saidin Yusuf YP saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di Dolok Sanggul. (bataktoday/ft)

  • Bagikan