Satpol PP Medan Tertibkan Pedagang K-5 Jalan Dr Mansyur

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) M Sofyan memimpin 250 anggotanya menertibkan gerobak para pedagang yang biasa mangkal di Jl Dr Mansyur Medan, Selasa (23/2/2016), termasuk pedagang yang menggunakan mobil di sepanjang jalan persis depan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Menurut Sofyan, masyarakat resah dengan kehadiran para pedagang informal itu karena memicu terjadinya kemacetan, terutama pada petang hari.

Namun sebelum petugas tiba di lokasi, sepertinya penertiban sudah bocor, karena para pedagang yang umumnya berjualan dengan menggunakan becak bermotor yang dimodifikasi menjadi gerobak dan mobil pick-up telah mengangkuti kursi-kursi yang biasanya mereka letakkan di pinggir jalan maupun di atas trotoar.

Seorang pedagang yang mencoba melakukan perlawanan sedang diamankan oleh petugas Satpol PP. (bataktoday/afr)
Seorang pedagang yang mencoba melakukan perlawanan sedang diamankan oleh petugas Satpol PP. (bataktoday/afr)

Tidak sedikit pedagang yang langsung meninggalkan lokasi jualan untuk menghindari penertiban, termasuk para pedagang pulsa bermobil. Meski demikian masih ada saja pedagang yang tetap nekat berjualan meski beberapa pedagang lain telah mengingatkan akan ada penertiban.

Ketika petugas tiba dilokasi, para pedagang kaki lima yang nekat tetap berjualan sontak kelabakan dan berusaha kabur dengan mendorong gerobaknya masing-masing. Namun upaya mereka gagal, sebab petugas satpol PP lebih cepat. Peralatan jualan seperti  kursi dan meja pun langsung diangkut.

Sebagian pedagang berusaha melakukan perlawanan dengan mempertahankan kursi dan meja yang mau diangkut, sehingga terjadi aksi tarik menarik. Kericuhan pun tak terelakkan, sebab seorang pedagang berusaha melawan petugas Satpol PP.

Sofyan langsung memerintah anggotanya untuk mengangkat gerobak pedagang tersebut. Pedagang yang bersangkutan semakin beringas memberikan perlawanan, namun sia-sia karena beberapa petugas Satpol PP langsung mendekapnya. Dia hanya bisa meronta-ronta sambil melihat gerobaknya diangkat dan dimasukkan ke dalam truk.

Ada juga pasangan suami istri yang berusaha kabur dengan gerobaknya, juga bernasib apes. Peralatan jualannya, baik minuman botol, kursi dan meja diangkut petugas meski telah berteriak-teriak minta dilepaskan. Namun karena dinilai tidak melakukan perlawanan, petugas Satpol PP tidak menyita gerobaknya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Sofyan mengingatkan para pedagang agar tidak berjualan kembali di kawasan tersebut.

“Kami akan terus pantau kawasan ini. Jika kembali berjualan, kami akan datang untuk melakukan penertiban. Agar bapa-bapak dan ibu-ibu tidak rugi akibat penertiban yang dilakukan, sekali lagi saya ingatkan untuk tidak berjualan lagi,” tegasnya.

Penertiban pedagang kaki lima juga dilakukan di Jalan Diponegoro, persis di depan RSU Malahayati. Petugas mengangkut satu gerobak milik pedagang buah dan membawanya ke markas Satpol PP di Jalan Adinegoro Medan.

“Penertiban ini kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pedagang agar mereka tidak berjualan kembali di tempat tersebut,” jelas Sofyan.

Sofyan menegaskan, pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima lainnya yang menyebabkan terjadinya kemacetan.

“Kehadiran para pedagang kaki lima ini, selain menyebabkan terjadinya kemacetan,  juga membuat masyarakat tidak dapat menggunakan fasiltas umum seperti trotoar. Padahal keberadaan trotoar ini merupakan hak masyarakat sebagai pejalan kaki,” katanya. (AFR)

Foto: Aparat Satpol PP sedang mengangkat salah satu gerobak pedagang ke atas truk saat penertiban pedagang di Jalan Dr Mansyur depan Kampus Fakultas Kedokteran USU, Selasa (23/2/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan