Akibat Bazar Gelap, Bus Pariwisata Parkir di Depan Balai Kota Siantar

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Akibat penggunaan Lapangan Parkir Pariwisata untuk penyelenggaraan bazaar gelap, bus-bus pariwisata dari luar kota terpaksa parkir liar  di ruas Jalan Merdeka. Amatan Batak Today, Jumat (26/2/2016), setidaknya 3 bus pariwisata parkir berbaris di sisi kiri Jalan Merdeka, persis di seberang Balai Kota Pematangsiantar.

Jo (30) salah satu supir bus pariwisata kepada BatakToday mengungkapkan kebingungannya saat hendak parkir di Lapangan Pariwisata. Pasalnya lokasi parkir yang selalu digunakannya setiap membawa rombongan wisatawan ke Siantar ternyata dipenuhi tenda biru tempat berjualan.

“Terpaksa bus saya putar lagi, dan akhirnya parkir disinilah, karena wisatawan ingin singggah di pusat  kota Siantar. Lagian saya tidak tau liku-liku kota Siantar ini. Yang saya tau hanya disini,” terang Jo.

Terpisah,  Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar, Julham Situmorang,  saat ditemui di kantornya menjelaskan, Badan Pelayanan Izin Terpadu memang sudah memberitahu pihaknya bahwa bazar di Lapangan Parkir Pariwisata tidak ada izinnya.

“Jadi hari Rabu kita sudah kesana, kita konfirmasi pelaksananya. Katanya izinnya masih diurus karena kita sudah cek, mereka memiliki rekomendasi,” kata Julham.

Saat ditanya kenapa Satpol PP tidak menghentikan kegiatan tersebut, Julham berkilah, pihaknya masih menunggu permintaan tertulis dari Disporabudpar untuk penghentian kegiatan bazaar.

“Saya juga sangat menyesalkan sikap Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya sebagai pengelola lapangan parkir pariwisata, mengapa langsung memberikan lapangan parkir pariwisata digunakan, padahal belum ada izinnya. Karena Disporabudpar yang mengelola lapangan parkir pariwisata itu,” ujarnya kembali berkilah.

Sumber BatakToday di Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar mengatakan, drama saling menyalahkan antara Disporabudpar dengan Satpol PP hanya akal-akalan untuk mengulur waktu. Menurutnya, praktik culas seperti bazaar gelap ini sudah kerap dilakukan kedua SKPD itu.

“Anak SD juga paham, Satpol PP tidak perlu menunggu permintaan tertulis dari Disporabudpar untuk menghentikan bazaar itu. Dia (Kepala Satpol PP-red) kan tugasnya menegakkan Perda. Udah tau tak ada izin, masak tidak dihentikan?” pungkas salah satu Kepala Bagian yang meminta identitasnya dirahasiakan ini. (EM/red)

Foto: Tiga bus pariwisata terpaksa parkir di tepi Jalan Merdeka persis di depan Balai Kota Pematangsiantar, Jumat (26/2/2016). (bataktoday/em)

  • Bagikan