Komitmen PD PAUS Dipertanyakan, 3 Pemohon Tidak Masuk Jadwal Pengembalian DP

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday 

Kegaduhan proses pengembalian uang muka pembelian kios Pasar Melanthon Siregar yang batal dibangun diperkirakan akan terus berlanjut. Selain penjadwalan yang memakan waktu hingga April mencerminkan masalah keuangan sedang membelit manajemen PD PAUS, ternyata belum seluruh calon pembeli yang meminta pengembalian uang muka tercantum dalam jadwal pengembalian yang diterbitkan perusahaan milik Pemerintah Kota Pematangsiantar tersebut pada Rabu (24/2/2016) lalu..

Albernat GP Sidabutar beserta dua orang yang dibawanya untuk ikut membeli kios Pasar Melanthon yang tidak tercantum dalam daftar dan jadwal pengembalian uang panjar kepada wartawan mengungkapkan kekecewaannya atas perlakukan manajemen PD PAUS.

“Kita sudah membuat permohonan membatalkan pembelian itu pada 22 Desember 2015. Tetapi setelah saya lihat tadi, nama saya tidak ada di dalam daftar itu, makanya saya sangat kecewa. Bahkan nama yang saya ajak juga tidak ada disitu,” terang Sidabutar.

Sidabutar bersama beberapa korban PD PAUS mencoba mendatangi kantor PD PAUS dan bertahan di kantor PD PAUS, Kamis (25/2/2016) sejak pukul 10.00 hingga 16.30 WIB untuk mempertanyakan nasib uang mereka dan melihat kebenaran pelaksanaan pengembalian panjar sesuai jadwal yang diterbitkan perusahaan itu. Namun dari pagi hingga sore, tidak terlihat aktivitas pengembalian panjar sebagaimana dijadwalkan.

“Mulai pagi saya sudah di Perusda, saya mau lihat kenapa mereka itu dibayarkan di awal, kenapa ada yang dicairkan ada yang duluan ada yang belakangan. Kenapa nggak sekaligus saja. Kalau memang ada dana ya sekaligus aja dikembalikan semua, biar langsung siap,” terangnya kepada BatakToday, Kamis (25/2/2016) usai seharian menunggu di kantor PD PAUS.

Sidabutar mengungkapkan kecurigaan adanya rekayasa data, sehingga namanya dan dua orang temannya tidak terdaftar dalam jadwal. Ia juga bertekad untuk memeksa PD PAUS mengembalikan uangnya sebesar Rp 19 juta pada bulan Februari ini.

“Saya sudah ajukan secara tertulis, tapi nama saya tidak ada disitu. Di daftar itu dimulai tanggal 24 kan?  Jangan-jangan nama saya dibuat tanggal 21 pengembaliannya,” ujarnya. (AT)

Foto: Albernat GP.Sidabutar, salah satu korban PD PAUS. (bataktoday/at)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”jDMA78MsKEE”][/youtube]

  • Bagikan