Ade Komarudin: Secara Kultural, Golkar Belum Siap Demokrasi Langsung

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Menjelang musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar April mendatang, nama Ketua DPR RI Ade Komarudin digadang-gadang menjadi calon ketua umum (Ketum). Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) ini belum menyatakan sikap atas hal itu.

Hal itu ditegaskannya ketika berada di Kota Medan, Sabtu (27/2/2016),  dirinya belum menyatakan maju atau tidak maju menjadi calon Ketum Partai berlambang beringin tersebut.

“Saya belum menyatakan mencalonkan, dan saya juga belum mengatakan tidak mencalonkan. Saya hanya masih ingin menyerap aspirasi. Istilah orang Medan, tunggu tanggal mainnya,” ujarnya dalam sambutan pada pelantikan Depicab SOKSI Kota Medan dan Lembaga Konsentrasi periode 2016-2021 di Wisma Benteng Medan.

Sementara SOKSI Sumut dengan tegas telah menyatakan dukungan kepada Ade, hal sama juga disampaikan sejumlah daerah yang dikunjunginya saat menyerap aspirasi. Namun, usai acara pembukaan kegiatan SOKSI tersebut,  kembali ditegaskannya bahwa ia masih pada pendirian belum menyatakan sikap.

Hanya saja dikatakannya, Partai Golkar sudah saatnya berkaca pada kondisi politik setahun terakhir.

“Pahit getirnya sudah kita rasakan, kita ingin menjadi juara satu seperti tahun 2004 lalu. Kita harus banyak menyentuh dan menyapa basis kita, daerah yang kita bina. Ketua harus turun ke bawah, menyapa publik, menyapa kader, sehingga organisasi ini akan disukai banyak orang,” katanya berpesan kepada pengurus SOKSI.

Komarudin juga menyinggung tentang implementasi demokrasi di tubuh Golkar, semestinya mengutamakan musyawarah untuk mufakat sebagaimana yang dilakukan SOKSI hingga saat ini, bukan langsung ke demokrasi voting.

“Jangan lupa, sejak Golkar menjalankan sistem demokrasi voting, kita menjadi partai yang paling produktif melahirkan partai baru. Itu tidak bagus, disitulah kemudian marak politik uang, karena secara kultural kita belum siap untuk sistem demokrasi itu. Saya kira ini pelajaran buat kita, bahwa demokrasi langsung lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” pungkasnya.

Menurut Ade, dukungan organisasi yang melahirkan Golkar ini sangat diharapkan untuk mengakhiri kisruh selama setahun terakhir. Banyak daerah yang menjadi korban. Meski di sisi lain, lanjutnya, ada yang mengambil untung dari kondisi ini.

“Ada yang belum seharusnya sekretaris, menjadi sekretaris, ada yang kemudian menjadi ketua fraksi. Mari berkorban untuk kepentingan Golkar. Tidak ada lagi Golkar Ancol dan ada Golkar Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Depidar II SOKSI Sumut Indra Alamsyah menyatakan mendukung jika nantinya Ade Komarudin maju menjadi calon Ketum Partai Golkar di Munas mendatang.

Turut hadir pada pelantikan Depicab SOKSI Kota Medan, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan Syaf Lubis, Ketua Depicab SOKSI Medan (2016-2021) Sunardi Ali, ketua panitia pelantikan Yamin Daulay, dan Kader SOKSI lainnya. (AFR)

Foto: Ketua DPR RI yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Ade Komarudin.

  • Bagikan