Geobike Akan Menjadi Media Edukasi Geopark

  • Bagikan

Humbang Hasundutan, Bataktoday

Acara Geobike yang akan digelar mengelilingi tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba, dipersiapkan sebagai media edukasi Geopark Kaldera Toba (GKT). Rumah Karya Indonesia (RKI) menargetkan dua ratus pendayung sepeda menjadi bagian dari Duta Geopark untuk Nusantara.

Acara yang digagas dan dilaksanakan RKI bekerjasa sama dengan Jendela Toba, serta didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebu,t merupakan wahana bermain, rekreasi dan olahraga yang digelar sebagai agenda tahun dalam rangka hari jadi Sumut ke-68 tahun. Acara tersebut nantinya akan memberikan beragam informasi tentang kekayaan alam danau toba serta kekuatan danau toba sebagai taman dunia yang menjadi kiblat lahirnya peradaban baru.

“Geobike itu hanya media yang kita rangkai sekaitan dengan hari jadi Sumut. Tujuan utamanya adalah edukasi. Kita berharap para peserta nantinya dapat memberikan atau menjadi media informasi tentang Geopark yang saat ini diperjuangkan kembali masuk sebagai bagian dari Geopark Global Network (GGN) di UNESCO,” terang Direktur RKI, Jhon Fawer Siahaan kepada sejumlah awak media dalam keterangan persnya, Senin (29/2), di Doloksanggul.

Artis Batak yang pernah membitangi film Anak Sasada tersebut mengatakan bahwa Geobike akan mengusung tema sepeda santai dengan melibatkan 200 peserta, yang melintasi 140 KM dengan melewati tujuh kawasan di sekitar Danau Toba, yakni Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tobasa, Kabupaten Taput, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir.

Rute kegiatan akan start dari Silalahi, Kabupaten Dairi dan finish di Pangururan Kabupaten Samosir. Kegiatan ini akan disemarakkan dengan berbagai event kesenian, dimana dibeberapa lokasi akan dibuat panggung rakyat sekaligus untuk memperkenalkan budaya lokal atau Culturdiversity, Kekayaan Batuan Produk Letusan Gunung Toba  atau Geodiversity  dan Keanekaragaman Hayati atau Biodiversity.

“Karena ketiganya merupakan unsur yang dibutuhkan untuk mempercepat pengakuan Geopark Kaldera Toba (GKT) oleh Unesco,” ujar John Fawer.

Aktivis Geopark Kaldera Toba (GKT), dr Jhon Robert Simanjuntak SpOG, mengatakan bahwa upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk mengedukasi GKT diharapkan menjadi penguat keberadaan Geopark di Sumut. Semua pihak yang mencintai Danau Toba dapat menyelaraskan visi dan misi perwujudan GKT. Serta harus mampu berkontribusi positif dalam pengembangan hal-hal yang berkaitan dengan penilaian Unesco.

“Ada tiga konsep, yaitu Culturdiversity, Biodiversity, Geodiversity. Ketiga ini harus dikembangkan secara bersamaan dan selaras dengan kebutuhan alam dan masyarakat lokal. Serta bukan hanya membuat parade martumba (sejenis tarian Batak, red.) yang tidak jelas arahnya,” katanya (FT)

Foto:

Aktivis Geopark Kaldera Toba, Direktur Rumah Karya Indonesia, Jhon Fawer Siahaan (ft/bataktoday)

  • Bagikan