Pancasila Sibarani Jadi Tersangka, Koordinator Parkir Sudah Setor Dimuka

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Kejaksaan Negeri Pematang Siantar akhirnya menetapkan Direktur CV Siantar Trans, Pancasila Sibarani, sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi yang menimbulkan kerugian keuangan Pemerintah Kota Siantar sebesar Rp 1.100.500.000. Pancasila diduga melakukan tindak pidana dalam pemenuhan kontrak kerja CV Siantar Trans dengan Pemko, dalam pelaksanaan pekerjaan pengutipan retribusi parkir pada badan  jalan di Kota Siantar.

Dalam konperensi persnya, Kepala Kejaksaan Negeri Pematang Siantar, M Masril SH MHum, didampingi Kasipidsus Ondo Purba, Kasi Intel Jeferson Hutagaol, dan Kasipidum Albert Pangaribuan, menerangkan bahwa pada tanggal 19 Juni 2015 telah diadakan perjanjian kontrak kerja antara Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pematang Siantar dengan CV. Siantar Trans, dimana Pancasila Sibarani bertindak sebagai direktur. Kontrak tersebut untuk pelaksanaan pekerjaan pengutipan retribusi parkir pada badan jalan di Kota Siantar.

Dalam perjanjian itu, CV Siantar Trans diwajibkan untuk menyetor uang senilai Rp 1.715.000.00 (satu milyar tujuh ratus lima belas juta) sampai batas waktu 31 Desember 2015.

Pada awal pekerjaan, sesuai isi kontrak, CV Siantar Trans membayar uang sejumlah 30% dari nilai kontrak. Untuk itu, perusahaan ini sudah menyetor Rp.614.500.000 ke Pemko Pematang Siantar.

Masril menerangkan lebih lanjut bahwa akhirnya CV Siantar Trans tidak memenuhi isi perjanjian kontrak.

“Sampai tanggal 31 Desember 2015, CV Siantar Trans tidak ada lagi melakukan penyetoran uang ke Pemko Pematang Siantar, dengan alasan tidak sanggup memenuhi target dalam perjanjian kontrak. Namun setelah pemeriksaan dalam rangka penyelidikan, ditemukan bahwa dari 12 kordinator perparkiran saja, CV Siantar Trans telah mengumpulkan dana sebesar 1.500.000.000. Informasi yang kita kumpulkan, jumlah koordinator parkir ada 80 orang,“ terang Masril.

“Atas tindakan CV Siantar Trans ini, diduga ada tindakan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp.1.100.500.000. Dengan demikian kami menetapkan tersangkanya, yaitu Direktur CV Siantar Trans, Pancasila Sibarani. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain,“  jelas Masril.

Melanjutkan  penjelasan Kajari Pematang Siantar, Kasipudsus Ondo Purba mengatakan CV Siantar Trans tidak punya alasan untuk tidak memenuhi isi kontrak.

“Tidak ada alasan apapun dari CV.Siantar Trans untuk mengatakan bahwa mereka tidak dapat memenuhi target untuk mengumpulkan, dan tidak memenuhi total pembayaran 1,7 M sebagai target pelaksanaan kontrak itu. Koordinator sudah menyetor terlebih dahulu ke CV Trans Siantar. Jadi, ada 80 titik yang ditenderkan CV Siantar Trans ke koordinator. Dari 12 koordinator penyetor terbesar sudah terkumpul dana Rp. 1,1 milyar. Jadi sebenarnya pendapatan CV Siantar Trans dapat melebihi 1,7  M. Kalau lebih dari itu, untung buat mereka. Sampai saat ini Pancasila Sibarani tidak ada itikad baik untuk menyetorkan sisa uang itu, makanya kita tetapkan jadi tersangka,” sebut Ondo.

Di akhir konperensi pers ini, pihak Kejari Pematang Siantar menerangkan bahwa belum bisa memberitahu jadwal pemeriksaan atau penahanan terhadap Pancasila Sibarani.

Hitungan jam setelah ditetapkan jadi tersangka, Pancasila Sibarani  memberi tanggapan kepada wartawan.

Dalam keterangannya Pancasila menyebutkan alasan tidak terpenuhinya target retribusi parkir ini adalah akibat Dinas perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Siantar, melalui kepala UPTD Perparkiran. , tidak berkompeten sebagai penyedia jasa.

Pancasila menyebutkan PPK tidak paham tugas pokokdan fungsinya.

“Pejabat Pembuat Komitmen dari Dishub,  tidak paham tugas pokok dan fungsinya. Kalau kita dicermati, sebenarnya CV Siantar Trans itu sebagai pengutip retribusi, bukan pengelola perparkiran,” ujar Pancasila.

“Permasalahan awalnya akibat perselisihan karena target yang tidak bisa kami penuhi. Kami dari CV Siantar Trans merasa rugi dalam pengutipan retribusi  parkir ini,” kata Dirut CV Siantar Trans ini.

Pancasila menambahkan bahwa dalam perjanjian kontrak sudah jelas disebutkan jika ada permasalahan akan diselesaikan secara damai. Jika tidak diperoleh kesepakatan, maka para pihak menetapkan lembaga penyelesaian tersebut sebagai pemutus sengketa, yaitu Badan Arbetrasi Nasional Indonesia (BANI.)

“Jadi BANI ini disebut dalam kontrak, dan pada tanggal 18 Februari 2016 kami sudah daftar register perkaranya di BANI. Sehingga menurut saya Kejaksaan ranahnya belum sampai disini. Karena ini masih perkara perdata. Perparkiran ini beda dengan proyek biasa. Kalau proyek biasa, kita menerima uang, beda dengan parkir ini, kita setor uang ke pemerintah kota,” ungkapnya.

CV Siantar Trans juga menyesalkan sikap Dishubkominfo Kota Siantar sebagai dinas terkait yang tidak mensterilkan lokasi parkir yang banyak dikuasai oleh oknum-oknum yang tidak terkait, seperti lokasi parkir di Rumah sakit Vita Insani, Jalan Kartini, kawasan Sutomo Square, Simpang Empat dan masih banyak lagi kawasan parkir yang tidak mampu disterilkan oleh Dishubkominfo. CV Siantar Trans hanya mengutip, kalau mereka tidak bayar kami selalu mengadu ke Dishubkominfo melalui surat, tapi tidak ditanggapi. Sesuai denga tupoksinya sebagai Dinas terkait, Dishubkominfo harus sterilkan lokasi itu, karena mereka kan punya penyidik untuk itu,” terang Pancasila mengakhiri.

Sumber BatakToday, salah satu koordinator parkir yang sebelumnya bekerja untuk CV Siantar Trans,  membenarkan bahwa koordinator parkir harus terlebih dahulu menyetorkan sejumlah uang kepada CV Siantar Trans sebelum mengelola titik-titik parkir yang telah disepakati sebelumnya.

“Kami harus setor setiap bulannya ke CV Siantar Trans, sebelum mulai jadi tukang kutip parkir. Jumlahnya tergantung tender masing-masing. Kalau kita tidak bayar dimuka, mana bisa. Ya dikasikan ke orang lain lapak kita, Lae”  tegasnya. (EM/AT/ajvg)

Foto :

Kajari Siantar, M Masril, SH, M.Hum, didampingi Kasipidsus Ondo Purba, Kasi Intel Jeferson Hutagaol dan Kasipidum Albert Pangaribuan pada Konperensi pers penetapan Direktur CV Siantar Trans, Pancasila Sibarani, sebagai tersangka, Kantor Kejaksaan Negeri Pematang Siantar, Jalan Sutomo, Pematang Siantar, Rabu 2/3/2016 (em/bataktoday)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”yLjUUXv0a7w”][/youtube]

  • Bagikan