Pegawai Damkar Tobasa Tewas Gantung Diri di Depan Kantor

  • Bagikan
?

Toba Samosir, BatakToday

Pegawai Pemadam Kebakaran, Dinas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Toba Samosir, Sahata Siagian (41) ditemukan tewas gantung diri di depan kantornya, Jumat (4/3).

Jasad korban yang berstatus honorer itu pertama kali ditemukan teman sekantornya, Hendrik Saragi, saat sedang menyiram bunga di taman yang ada di depan kantornya, sekitar Pukul 09.30 WIB.

“Saat itu saya sedang menyiram bunga di depan kantor, pertama saya tanda tanya melihat ada jaket tergantung di pohon itu. Saya mendekat ke pohon itu, waktu saya perhatikan ke arah bawah, kelihatan di bawah ada orang tergantung,” ujar Hendrik Saragi kepada Batak Today, Jumat (4/3/2016) di depan Mapolsek Balige.

Mengetahui kejadian itu, Hendrik, seketika itu langsung memberitahukan kepada salah seorang teman sekantornya yang sedang piket pagi itu. Kemudian dia juga pergi ke kantin depan kantornya untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Rudi Pardede, juga pegawai di Pemadam Kebakaran, saat dikonfirmasi ketika menunggu giliran untuk diperiksa di Mapolsek Balige, mengatakan sejak pagi di belum bertemu dengan Sahata, sampai ditemukan tewas.

“Hanya sepeda motornya yang saya lihat parkir di depan kantor. Memang semenjak dua bulan terakhir ini, perilaku dia (Sahata Siagian) agak berobah. Itu semenjak orang tuanya meninggal karena dibunuh tetangganya. Namun semenjak seminggu terakhir inilah kami perhatikan semakin berobah, sering menyendiri,kelihatannya seperti orang lagi depresi,” ujar Rudi Pardede.

Rudi menyebutkan bahwa Sahata memang pernah cerita tentang keadaan keluarga mertuanya.

“Sahata memang pernah cerita. Mertuanya, yang tinggal di Tanjung Balai mengalami kemalangan, kios atau pajak mertuanya terbakar,” sebutnya.

“Terakhir kami dengar ada ditemukan secarik kertas di kantong korban, surat berisi pesan-pesan. Salah satu isinya, dia (korban) meminta maaf kepada kami teman-temannya atas keputusan akhir yang dilakukan,” sambung Rudi Pardede.

Amatan Batak Today, melalui foto dari tempat kejadian, korban tewas dengan lilitan kabel telepon pada  lehernya. Posisi korban tampak tergantung  pada tembok pagar penahan kantor tempat dia mengabdi selama ini. Tali kabel yang digunakan gantung diri,  terikat pada besi pagar.

Pihak Kepolisian sebelumnya sempat membawa korban  ke Rumah Sakit HKBP Balige guna untuk divisum, namun belum diketahui alasan yang pasti, kemudian korban di bawa ke Rumah Sakir Umum Porsea.

Pihak keluarga korban sempat curiga dengan kematian korban, namun  setelah berembuk, keluarga korban meminta korban hanya divisum saja.

Pihak Kepolisian, melalui AKP Manson Nainggolan, menyampaikan bahwa pihak Kepolisian sangat “welcome” untuk autopsi jenasah, jika pihak keluarga merasa curiga dengan penyebab kematian korban

“Itu tergantung dari pihak keluarga korban, jika hendak diautopsi, silahkan, kita welcome,” kata Manson Nainggolan sewaktu di RS HKBP Balige.

Kapolsek Balige, AKP Pesta Simarmata, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, usai korban divisum di RSU Porsea, sesuai dengan bukti bukti dan petunjuk yang ada, pihaknya menyimpulkan bahwa korban tewas karena bunuh diri.

“Dalam kantong korban kita menemukan surat berisi pesan-pesan yang isinya lumayan panjang. Nantilah kalian lihat,” ujar Pesta Simarmata, tanpa menyebutkan apa saja isi surat tersebut. (AP)

……

Foto :

Sahata Siagian, korban, saat ditemukan tewas gantung diri di depan kantor Kesbanglinmas Tobasa, Jumat 4/3/2016 (ap/bataktoday) 

  • Bagikan