Pelaku Penipuan Pengurusan CPNS Tobasa Diganjar Penjara 3 Tahun 8 Bulan

  • Bagikan

Tobasa, BatakToday –

Terdakwa kasus penipuan pengurusan CPNS, Rosalinda Siahaan, diganjar hukuman penjara 3 tahun 8 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige pada sidang pembacaan putusan, Kamis (3/3/2016). Sidang dipimpin hakim ketua Derman P Nababan, didampingi dua hakim anggota, Azhary Prianda Ginting dan Ribka Novita Bontong.

Ketua Majelis Hakim Derman P Nababan mengatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penipuan, dijerat dengan Pasal 378 KUHP, dan mengganjar Terdakwa 3 Tahun dan 8 Bulan.

Vonis tersebut lebih tinggi 4 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Josron Malau, yang pada persidangan sebelumnya, Kamis (28/03/2016) menuntut terdakwa dihukum 3 tahun dan 4 bulan.

Hal yang memberatkan, menurut Majelis Hakim, akibat perbuatan terdakwa, saksi korban M Sri Damayanti Barimbing mengalami kerugian uang dalam jumlah besar, dan uang tersebut adalah pinjaman kredit dari Bank BRI Balige yang harus dicicil setiap bulan selama 3 (tiga) tahun, Selanjutnya, terdakwa tidak merasa bersalah dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Dengan status sebagai Guru Agama dengan status Pegawai Negeri Sipil, menurut Majelis Hakim, terdakwa seharusnya menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

Mendengar pembacaan putusan Majelis Hakim, saksi korban Sri Damayanti menangis terisak-isak. Pengakuannya, akibat perbuatan terdakwa, ia sempat cekcok dengan suaminya.

Sementara terdakwa Rosalinda Siahaan menyatakan ‘pikir-pikir’ atas putusan Majelis Hakim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saksi korban Sri Damayanti Barimbing menjadi korban bujuk rayu Rosalinda Siahaan (RS) menjelang seleksi penerimaan CPNS Pemerintah Kabupaten Tobasa tahun 2014 lalu. RS mengaku dapat mengurus kelulusan seleksi CPNS dengan syarat menyetorkan uang sebesar Rp 190 juta.

Semula korban menampik tawaran itu, namun bujuk rayu RS akhirnya meluluhkan hatinya dan keluarganya. Untuk pemenuhan jumlah uang yang harus disetorkan, RS juga memfasilitasi korban mengurus pinjaman ke Bank BRI Balige.

Namun pada pengumuman hasil seleksi, korban ternyata tidak lulus, dan ia meminta RS mengembalikan uangnya. Namun setelah RS beberapakali berjanji untuk mengembalikan tapi tidak ditepati, akhirnya pihak korban melaporkan kasus itu ke Polresta Tobasa (baca juga: https://bataktoday.com/penipuan-berdalih-pengurusan-kelulusan-cpns-kembali-terulang-di-tobasa). (JS)

Foto: Terdakwa Rosalinda Siahaan saat mendengarkan pembacaan putusan oleh Majelis Hakim PN Balige, Kamis (3/3/2016). (bataktoday/js)

  • Bagikan