Ternyata Ulah Kakek, ‪Bocah 8 Tahun Dirantai

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata bocah laki – laki berusia 8 tahun berinisial RP yang ditemukan petugas polisi dengan kaki dirantai di kawasan Jalan HM Yamin Gang Sado, Medan, Jumat (4/3/2016), adalah ulah kakek sang bocah. (Lihat pemberitaan sebelumnya: https://bataktoday.com/polisi-temukan-bocah-dengan-kaki-dirantai-di-gang-sado-medan )

‪”Awalnya bocah ini mengaku yang merantai kakinya adalah ayahnya. Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata yang melakukan adalah kakeknya bernama Maniur Marbun Lumbangaol (79),” kata Kapolsek Medan Timur Kompol Bernad Malau, Jumat (4/3/2016).

‪Dari informasi warga, ibu RP bekerja di Malaysia, dan ayahnya tidak jelas dimana rimbanya. RP ditinggalkan bersama ketiga adiknya.

‪”Warga tidak begitu mengenal keluarga RP. Anak itu biasanya di dalam rumah. RP memang sering dimarahi karena nakal,” jelasnya.

‪Kepala lingkungan berupaya menjemput pihak keluarga. Keterangan mereka diperlukan polisi untuk menindaklanjuti kasus ini.

‪Sementara, Maniur Marbun mengaku, merantai cucunya  karena kesal lantaran bocah itu kerap berbuat nakal. “Aku kesal karena cucuku nakal. Kerjanya hanya main warnet, main layangan. Malu aku tiap hari gurunya datang. Udah seminggu dia kurantai, tapi kukasih makan,” pungkasnya.

‪Bocah laki – laki berusia 8 tahun berinisial RP ditemukan petugas polisi di kawasan Jalan HM Yamin Gang Sado, Medan, Jumat (4/3/2016).

‪Saat ditemukan, bocah itu dalam kondisi kedua kaki dirantai dengan dua gembok. Ia mengaku dirantai ayahnya sejak sepekan terakhir. (AFR)

 

Foto: Ilustrasi

 

  • Bagikan