Bupati Humbahas: Supaya Cepat, BPBD Ambil Alih Rehabilitasi SDN Sanggaran I

  • Bagikan
????????????????????????????????????

Humbahas, Bataktoday

Dua ruang belajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 173451 Desa Sanggaran I Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan, yang rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang 2 pekan yang lalu, tepatnya Selasa (23/2), mendapat sinyal untuk segera diperbaiki (baca berita sebelumnya: https://bataktoday.com/dua-ruang-kelas-sdn-sanggaran-i-humbahas-hancur-ditimpa-pohon ).

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor, ketika meninjau langsung lokasi SD yang ditimpa musibah beberapa waktu yang lalu, segera memberikan perintah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Humbahas, untuk segera mengambil alih penanggulangan masalah tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi Pasca Bencana BPBD Humbahas, Anggiat Manulang, menyebutkan hal ini kepada Bataktoday, di ruang kerjanya pada Kamis,(3/3).

“Sesuai perintah Bupati, BPBD diminta untuk segera melakukan upaya perbaikan terhadap dua ruang kelas yang tertimpa pohon tersebut. Karena keadaan tersebut sifatnya insidentil dan membutuhkan perhatian khusus untuk segera ditanggulangi, agar para anak didik tidak terlantar dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Ini juga mengingat sebentar lagi akan dilaksanakannya Ujian Nasional (UN),” sebutnya.

Anggiat menambahkan bahwa Bupati Humbahas yang baru sangat peduli tentang masalah itu.

“Bupati kita sangat respek dengan hal itu. Kepedulian itu ia tunjukan dengan turun langsung kelapangan, setibanya dari luar kota, usai melakukan tugas kedinasan.  Di lokasi, bupati langsung meminta BPBD untuk menyusun langkah-langkah perbaikan, karena tidak mau para siswa terlantar. Untuk sementara ini, para siswa kita arahkan melakukan proses belajar mengajar di gereja yang tak jauh dari sekolah” jelasnya.

Mantan Kabid. Binamarga ini melanjutkan, bahwa pada awalnya penanggulangan masalah itu sempat diarahkan ke Dinas Pendidikan. Namun  mengingat butuh waktu lama untuk prosesnya di dinas itu, sebagai solusi BPBD dihunjuk untuk mengambil alih penanganan. Jika proses penanganan perbaikan ini dilaksanakan melalui BPBD, yang diperlukan sebagai dasar pelaksaanan, hanya Keputusan Bupati. Setelahnya, secara administrasi teknis, BPBD akan mempersiapkan pengajuan perbaikan dan menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Biaya perbaikan dua ruang kelas ini masuk dalam biaya tak terduga, yang diposkan di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Humbahas.

Anggiat juga menjelaskan penyebab utama tumbangnya pohon besar tersebut yang menimpa gedung sekolah adalah umur pohon yang sudah tua.

“.Musibah kali ini, menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan selanjutnya untuk tempat lain yang sejenis dengan kondisi di sekolah yang rubuh ditimpa pohon tua. Pohon itu rubuh karena umurnya sudah sangat tua. Ditambah lagi, tradisi atau adat warga setempat yang tidak dapat mengambil kebijakan dalam upaya pencegahan tumbangnya pohon tua itu. Warga masih menyakini bahwa pohon tersebut merupahkan peninggalan leluhur. Sebagian masyarakat masih percaya kalau pohon tua itu ditebang akan mendatangkan musibah. Kalaupun tadinya mau ditebang, harus benar-benar diputuskan melalui rapat pengetua adat. Mari kita belajar dari kejadian ini, ambil hikmahnya,” pesan  Anggiat mengakhiri pembicaraan. (FT)

…..

Foto :

Kepala Bidang Rehabilitasi Pasca Bencana BPBD Kabupaten Humbahas, Anggiat Manulang, ketika memberikan keterangan di ruang kerjanya, Humbang Hasundutan, Kamis 3/3/2016 (ft/bataktoday)

  • Bagikan