Setelah 8 Bulan Menginap, Keluarga PNS Polisikan Hotel ASEAN

  • Bagikan

Medan, BatakToday

Meski tidak terdengar wajar, tapi kondisinya berbeda untuk keluarga Bursok Anthony Marlon Sihaloho (PNS) bersama istrinya Rahel Br Nainggolan, anak dan pembantunya, yang memilih menginap di hotel berbintang empat di Kota Medan, selama delapan bulan dengan biaya yang tidak sedikit. Kini, pihaknya justru melaporkan pihak hotel ke pihak berwajib dengan tudingan telah terjadi kelalaian pihak hotel yang mengancam keselamatan pengunjung.

Seperti disampaikan Rahel Br Nainggolan kepada wartawan di Medan, Jumat (4/3/2016). Ia mengaku telah menginap selama delapan bulan di Hotel Asean Internasional Medan di kamar 534.

“Pas tanggal 24 Desember 2015 lalu lah itu (kejadiannya, red.).  Waktu itu air bocor dari plafon kamar. Suami melapor ke engineering. Wastafel pun mampet. Saat aku mandi, kek kesetrum gitu,” katanya.

Setelah menginformasikan ke engineering, lanjutnya, petugas datang dan memperbaikinya.

Puncaknya, katanya, ada ledakan seperti bom di bagian plafon pada tanggal 25 Desember, sekitar pukul 01.00 WIB, dini hari.

“Kami kaget, adek saya sempat pingsan, dan anak saya paling kecil duduk di karpet, basah semua bajunya dan saya bersihkan. Ada semacam drum jatuh di bagian atap,” katanya, yang mengakui suaminya bekerja sebagai PNS di Dirjen Pajak di Binjai.

Pada saat itulah, menurut Rahel, mata anaknya terkena plafon yang jatuh sehingga mengalami luka di bagian kelopak matanya. “Saya bawa ke rumah sakit dan ternyata terjadi pendarahan yang mengakibatkan pembengkakan,” ujar wanita yang kini tinggal di Jl Pengayoman, Ayahanda Medan ini.

“Saya akhirnya melaporkan ke Polresta karena tidak ada itikad baik pihak hotel. Saya hanya minta agar tidak ada lagi korban lain,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak hotel. melalui Public Relation (PR) Azan Sinaga, mengatakan pihaknya telah menanggapi semua keluhan konsumennya yang menginap di kamar 534, atas nama Bursok Anthony Marlon, yang menginap periode 20 April 2015 hingga 30 Desember 2015.

“Saat plafon jatuh, memang sudah dilaporkan ke resepsionis. Resepsionis menghubungi engineering. Dan keluhan sudah direspon dan dilakukan perbaikan, saat itu tidak ada menimpa anaknya,” ujarnya.

Saat dua orang dari maintenance engineering menemukan asbes yang jatuh, ada dua orang anak dan pembantu, sementara Rahel  waktu itu sedang tidur.

“Namun setelah M/E kembali, konsumen tersebut kembali melaporkan bahwa asbes jatuh menimpa anaknya. Kita juga belum menemukan apa yang dilaporkannya itu,” katanya.

Demikian pun, lanjut Azan, pihaknya sudah menyatakan akan membantu biaya perobatan anaknya.

“Itupun, yang kita lakukan atas rasa kemanusiaan. Tapi itu ditolaknya. Mereka lebih memilih melapor ke polisi. Ya kalau sudah diproses secara hukum, kita tunggu saja hasilnya,” katanya.

Juga dikatakan Azan, bahwa kepolisian sudah memanggil 18 karyawannya untuk dimintai keterangan.

“Sudah dilakukan olah TKP beberapa kali. Kita tunggu hasilnya saja,” ujarnya. (AFR)

……

Foto:

Ajan Sinaga, Public Relation Hotel ASEAN, Jalan H Adam Malik, Medan, Jumat 4/3/2016 (afr/bataktoday)

  • Bagikan