Uang Tak Kunjung Kembali, Ismail Obrak-Abrik Kantor PD PAUS

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday

Kecewa tidak mendapat penjelasan soal pengembalian panjar pembelian kios Pasar Melanthon Siregar dari pihak PD PAUS, Ismail Harahap banting kursi dan balikkan meja di ruang tunggu Kantor PD PAUS Jalan Merdeka Pematangsiantar, Senin (7/2/2016).

Kejadian berawal ketika sekitar pukul 10.00 WIB Ismail Harahap bersama 4 orang pembeli kios Pasar Melanthon mendatangi kantor PD PAUS di Gedung Juang Jalan Merdeka, untuk menagih janji pengembalian uang panjar pembelian kios yang terlanjur mereka setorkan.

Namun seperti hari-hari sebelumnya, tak satupun manajemen PD PAUS yang datang menemui mereka. Ismail Harahap yang merasa kesal karena mulai November 2015 sudah mengajukan pembatalan pembelian kios serta perrmintaan pengembalian panjar, namun janji pihak PD PAUS untuk mengembalikan panjar tak kunjung ditepati.

“Suruh diangkat dulu teleponku ini. Kalau tidak, suruh datang kemari. Jam 12 sudah tidak ada kalian. Pagi-pagi kami kemari, nggak ada manusia.. Muak awak nunggu-nunggu kek gini. Teleponnya nggak mau diangkat,” teriak Ismail kesal, dan kemudian membanting kursi dan membalikkan meja yang ada di ruang tunggu PD PAUS.

Dalam keterangannya kepada media, Ismail mengatakan bahwa dia datang ke kantor PD PAUS selain meminta pengembalian uang panjar untuk 2 kios  senilai Rp 75 juta, dia juga ingin meminta penjelasan mengapa namanya tidak tercantum dalam daftar jadwal pengembalian panjar Ex Pasar Melanthon yang dikeluarkan oleh PD PAUS pada Selasa (24/2/2016) lalu.

“ Apa yang disepakati sudah tidak sesuai, jadi kami tidak inigin lagi membayar kios itu. Kami ingin minta uang kami kembali. Sudah tiga kali dijanjikan tapi selalu diberi jawaban-jawaban yang nggak pasti,” terang Ismail.

Sementara itu, Mariana Manurung, salah seorang pembeli kios yang juga datang untuk menagih janji pembayaran sesuai jadwal yang diterbitkan PD PAUS mengatakan, sudah pernah melaporkan PD PAUS ke Polres Siantar, namun pengaduannya ditolak.

“Saya sudah pernah mengadu ke Polisi, masuk berita salah satu media. Jadi disitu dikatakan bahwa kita tidak bisa mengadu satu orang, harus rame-rame, karena yang kita lawan itu Perusda “ terang Mariana.

Mariana juga mengungkapkan keheranannya, karena belakangan PD PAUS menjelaskan bahwa pengembalian panjar akan dilakukan oleh PT NAI, perusahaan yang disebut-sebut sebagai investor baru yang akan melakukan pembangunan di ex RPH Jalan Melanthon Siregar.

“Ke Perusda (PD PAUS-red) nya kami kasi uangnya, tapi katanya PT NAI itu yang mencairkan. Menunggu uang dari PT NAI lah ini ceritanya kami,” ujar Mariana ketus.

Sementara, hasil pencarian litbang BatakToday di media internet  mengidentifikasi bahwa PT NAI Indonesia bergerak di bidang property management services (jasa manajemen properti), dan bukan pengembang atau investor.

Beberapa jenis jasa ditawarkan oleh NAI Indonesia, diantaranya property management, facility management, engineering services, marketing consultancy services, leasing agency, valuation, dan information technology services. (AT)

Foto: Ismail Harahap saat mencoba menghubungi pihak Perusda melalui seluler. Karena berkali-kali tidak ada jawaban, akhirnya ia emosi dan membanting pintu dan meja di ruang tunggu PD PAUS, Senin (7/3/206). (bataktoday/at)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”VGmaxNgs-Vc”][/youtube]

  • Bagikan