Sektor Properti Lesu, Penerimaan BPHTB Kota Medan Meleset

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Lesunya bisnis properti berdampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan di tahun 2015 lalu, khususnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari target yang ditetapkan, hanya terealisasi 62 persen. Kondisi yang relatif sama masih berlanjut, setidaknya pada triwulan I tahun 2016.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan M Husni kepada wartawan usai melaksanakan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait yang dipimpin langsung Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin, Selasa (8/3/2016).

“Kita mengakui, lesunya bisnis properti berdampak kepada penerimaan kita dari BPHTB,” kata Husni.

Menurutnya, adanya perubahan peraturan sistem pembiayaan bisnis properti dari pemerintah pusat menjadi faktor penyebab. Kondisi ini bukan saja di Medan, melainkan terjadi secara nasional.

Itu sebabnya, terang Husni, dengan target Rp 335 miliar di tahun 2016, dilakukan rapat koordinasi dengan PPAT, Notaris, BPN, Kantor Lelang Negara dan stakeholder lainnya.

“Kita ingin menanyakan kendala yang dihadapi, dan langkah apa yang akan dilakukan ke depan,” katanya.

Walikota Eldin juga mengatakan hal sama. Menurutnya, kerjasama semua pihak dibutuhkan untuk menggelorakan bisnis properti. Eldin optimis, lewat upaya yang disepakati bersama akan mampu menggairahkan sektor properti.

Lemahnya daya beli masyarakat saat ini juga menjadi penyebab melemahnya bisnis properti. Untuk itu, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat akan diikuti naiknya pendapatan sektor BPHTB.

Pihaknya berharap, PPAT dan notaris yang menjadi ujung tombak Pemko Medan dalam pengelolaan BPHTB bisa terus berkoordinasi, serta mendorong pertumbuhan transaksi properti. (AFR)

Foto: Ilustrasi.

  • Bagikan