Pedagang Pasar Induk Geruduk Balai Kota Medan

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Puluhan pedagang Pasar Induk kembali melakukan aksi unjukrasa di Balai Kota Medan, Kamis (10/3/2016). Pedagang menyampaikan protes karena banyak pedagang Pasar Induk yang kembali berdagang ke Pasar Sutomo, dan menuntut agar ditertibkan dan dikembalikan ke Pasar Induk.

Tak kunjung ditanggapi, pedagang yang didominasi kaum ibu yang awalnya menari bersama, akhirnya memaksa menerobos barikade personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian.

Situasi sempat tidak terkontrol ketika seorang perempuan yang menggendong anak bayi berteriak histeris.

“Ini kan kantor walikota, kami menunggu Pak Walikota,” teriak perempuan ini.

Para pedagang menari dan berdendang di teras Balai Kota, sementara personil Satpol PP berjaga-jaga bersama pihak kepolisian. (bataktoday/afr)
Para pedagang menari dan berdendang di teras Balai Kota, sementara personil Satpol PP berjaga-jaga bersama pihak kepolisian. (bataktoday/afr)

Seketika, suasana semakin ricuh dan tegang. Sejumlah pedagang terlibat aksi saling dorong dengan pihak keamanan yang menjaga pintu masuk balai kota.

Perang sendal, sepatu, botol minuman mineral pun terjadi. Lemparan diarahkan ke pintu utama kantor walikota. Pihak keamanan hanya bisa mengelak dan bertahan menerima serangan pedagang.

“Kami perempuan pak, bapak beraninya sama perempuan. Mana pikiran kalian, kami bukan teroris pak, kami manusia yang memiliki Tuhan,” ucap seorang perempuan dari kerumunan massa.

“Lihatlah kawan-kawan, kita dipermainkan. Kami ingin seperti Ahok yang berani. Kami memilih Pak Eldin 100 persen, eh ternyata pak Eldin juga tak memikirkan kami,” sambungnya.

Pedagang semakin kesal, dan kemudian melempari komplek Balai Kota dengan jengkol.

Kondisi mulai stabil ketika pasukan Polisi Wanita dari Polresta Medan ikut mengamankan pedagang.

Akhirnya Wakil Walikota Akhyar Nasution mendatangi kerumunan warga. Sayangnya, menurut pedagang Akhyar tidak memberikan solusi. Seorang pedagang mengaku kesal karena pemerintah kota tak serius menanggapi keinginan mereka.

“Pemko Medan melalui Pak Eldin bohong, jadwal penggusuran pun gak jelas. Tadi ketemu pak wakil juga gak ada solusi,” kata seorang pedagang perempuan.

Para pedagang akhirnya memilih menari dan berdendang di teras Balai Kota, sementara personil Satpol PP berjaga-jaga bersama pihak kepolisian.

Mendengar itu, Akhyar kembali mendatangi kerumunan pedagang, dan menjelaskan bahwa sudah ada kesepakatan di pihaknya.

“Kami sudah diskusi dan memutuskan, tepat tanggal 16 Maret kita akan tertibkan semua pedagang di sekitar Jalan Sutomo, harus tuntas,” ucap Akhyar Nasution dengan nada gusar.

Akhyar meminta agar para pedagang mencari pihak lain yang bisa dipercaya jika menolak pernyataannya.

“Yang berbicara di depan bapak dan ibu adalah wakil walikota Medan, bukan Akhyar Nasution. Ini jaminannya,” ucapnya sambil menunjukkan lambang jabatan di dada kanannya.

Akhyar berjanji di hadapan ratusan pedagang akan segera menuntaskan persoalan pedagang di sekitar Sutomo bekerjasam dengan Polresta Medan.

“Kalau bukan saya ibu percayai, siapa lagi. Kita tak perlu berdebat, jangan ngomong sembarangan bu, kita akan bantu ibu bapak sekalian,” tegas Akhyar. (AFR)

Foto: Wakil Walikota Akhyar Nasution mendatangi demo pedagang Pasar Induk di pelataran Balai Kota Medan, Kamis (10/3/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan