Warga Sibuntuon Taput Minta Penyadapan Kayu Pinus Dihentikan

  • Bagikan

Tapanuli Utara, BatakToday –

Masyarakat Dusun Sibuntuon Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon minta Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan menghentikan penyadapan getah kayu pinus di dusun mereka. Kurang lebih 5 hektar kayu pinus di hutan di dusun tersebut disadap oleh oknum tidak dikenal tanpa adanya pemberitahuan kepada masyarakat dusun.

“Pinus kami sudah disadap kurang lebih 2 bulan, namun sampai saat ini pengusaha tak kunjung memberitahukannya kepada kami. Beberapa waktu lalu, masyarakat pernah melarang pekerja penyadap pinus disana, namun larangan kami tidak dihiraukan. Seolah-olah sang pengusaha kebal hukum,” beber Jonter Simanungkalit, masyarakat Sibuntuon, Kamis (10/3/2016).

02_editedSimanungkalit mengungkapkan, masyarakat kuatir penyadapan yang secara kasatmata dilakukan secara berlebihan dan tidak sesuai aturan itu akan merusak pohon pinus, dan akhirnya akan mati.

“Harapan kami kepada pemerintah, agar kegiatan penyadapan pinus di desa kami dihentikan. Kalau pemerintah tidak mau, maka kami akan demonstrasi,” tegasnya.

Terpisah, Koordinator Lembaga Independen Anti Pengrusakan Hutan Tropis Indonesia dan Controlling Pencemaran Alam dan Lingkungan Hidup (LIAPHTI dan COPALI) Sumatera Utara, Rahlan San Rico Lumbantobing, ketika dimintai pendapatnya, berjanji akan menugasakan tim ahli ke lokasi, sekaligus mempertanyakan ijin lingkungan yang dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup.

“Semoga sesuai dengan aturan. Namun jika tidak maka pemerintah akan kita surati untuk meninjau kembali ijin yang telah dikeluarkan,” terangnya.

Kadis Kehutanan Kabupaten Taput, saat dihubungi melalui selulernya belum bersedia menjawab konfirmasi wartawan.

“Maaf, saya sedang rapat,” jawabnya singkat. (TN)

Foto: Penyadapan getah kayu pinus di Dusun Sibuntuon, Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon Taput diduga dilakukan secara berlebihan dan tidak sesuai aturan. Foto diambil Kamis (10/3/2016). (bataktoday/tn)

  • Bagikan