Pemko Medan Diminta Kaji Ulang Penyertaan Modal untuk KIM

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Penyertaan modal Pemerintah Kota Medan pada PT Kawasan Industri Medan (KIM) dinilai belum berdampak positif bagi pembangunan kota. Untuk itu Pemko Medan diminta untuk mengkaji ulang penyertaan modal ke perusahaan pengelola kawasan industri yang juga menjadi bagian dari penyumbang limbah Kota Medan ini.

Hal itu diutarakan anggota DPRD Kota Medan. Muhammad Nasir kepada wartwan di Medan, Rabu (16/3/2016).

“Saya mengharapkan ada pertimbangan Pemko Medan untuk penyertaan modal ke KIM, karena selama ini limbah di kawasan Medan Utara dihasilkan dari kawasan ini,” jelas Nasir.

Muhammad Nasir mengatakan, pertimbangan ini perlu dilakukan karena jangan sampai Pemko Medan yang setiap tahunnya menyuntik dana, namun PT. KIM sendiri tidak pernah melakukan perbaikan dalam pengelolaan limbah.

‪”Kalau kita juga memberikan suntikan dana, baiknya KIM juga melakukan tata kelola limbah yang baik pula, bukan malah merugikan Kota Medan,” jelasnya.

‪Nasir menjelaskan, selama ini porsi penyertaan modal ke KIM, yakni Pemko Medan 10 persen, Pemprovsu 30 persen, dan Pemerintah Pusat 60 persen.

‪”Meskipun kita memberikan penyertaan modal sangat kecil, namun persoalan limbah harus tetap menjadi perhatian serius, karena efek buruk yang ditimbulkan akan berdampak dalam jangka panjang,” jelasnya.

‪Persoalan limbah KIM, kata Nasir pernah menjadi sorotan saat dirinya duduk di DPRD Sumut.

“Saat saya duduk di DPRD Sumut,  permasalahan limbah KIM pernah menjadi sorotan dan tidak ada yang mau bertanggung jawab. Bahkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan, Deliserdang, dan Provinsi terkesan buang badan,” pungkasnya.

‪Sesuai jadwal, DPRD Kota Medan akan menggelar rapat paripurna dengan agenda nota pengantar kepala daerah tentang ranperda penyertaan modal Pemko Medan ke PT KIM, Senin (28/3/2016) mendatang. (AFR)

Foto: Wisma Kawasan Industri Medan. (ist)

  • Bagikan