Penertiban Pedagang di Jalan Rakyat Ricuh, 2 Petugas Cidera

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Penertiban pedagang di kawasan Jalan Rakyat Simpang jalan Pelita I Medan, Sabtu dinihari (19/3), kembali dilakukan. Namun, hujan batu mewarnai kegiatan ini dan dua petugas Satpol PP terkena lemparan batu, sehingga harus mendapatkan perawatan medis dari tim Dinas Kesehatan Kota Medan.

Meski demikian, penertiban berhasil dilaksanakan. Selain berhasil membubarkan ratusan pedagang yang tengah menggelar transaksi jual beli, tim gabungan juga menyita sayuran milik mereka yang tak sempat diselamatkan.

Penertiban ini pasca para pedagang yang tidak dapat lagi memasuki kawasan Jalan Sutomo dan sekitarnya menyusul pemblokiran ketat oleh tim gabungan. Pedagang akhirnya gelap mata  dan nekat membuka lapak di Jalan Rakyat.

Selain menimbulkan kemacetan,  kehadiran para pedagang ini menimbulkan timbunan sampah di kawasan tersebut. Setelah dibiarkan dua malam berjualan, tim gabungan dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan akhirnya melakukan penertiban sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

Agar penertiban efektif, Sofyan membagi tim gabungan menjadi dua bagian. Tim pertama bergerak dari Jalan HM Said, sedangkan tim kedua masuk dari arah Jalan Purwo. Kedua tim ini akhirnya bertemu di Jalan Rakyat simpang Jalan Pelita I, dan berhasil mengepung pedagang. Meski sudah terkepung, para pedagang tidak menyerah. Dibantu seratusan kuli pengangkut barang, para pedagang mencoba ‘mengusir” tim gabungan.

Selain memaki dan berupaya mempertahankan dagangannya, para pedagang juga melempari tim gabungan dengan batu. Tak pelak, aksi ini menyebakan dua petugas Satpol PP, yakni Rio Tarigan (23) dan Prayogi terluka. Rusuk kanan Rio bengkak akibat hantaman batu, sedangkan pergelangan tangan kirinya terluka akibat dicakar  dua pemuda yang mencoba menghentikan aksinya pada saat mengangkut barang dagangan. Sedangkan Prayogi mengalami luka di rahang kanannya.

Keduanya langsung mendapatkan perawatan dari petugas medis Dinas Kesehatan.

“Selain diserang 2 pemuda, kami juga dihujani batu dari arah bangunan rumah. Begitu aku dan Prayogi terkena lemparan, kawan-kawan langsung mengejar ke arah bangunan rumah. Namun yang melakukan pelemparan tidak berhasil diamanakan, mereka langsung melarikan diri usai melakukan pelemparan,” kata Rio sambil meringis kesakitan.

Meski para pedagang dan kuli bongkar muat melakukan perlawan, Sofyan tak ciut. Dia mengistruksikan tim gabungan meneruskan penertiban. Barang dagangan berupa sayuran langsung diangkut ke truk dan mobil pick-up. Namun tidak semua dagangan bisa diamankan, sebab konsentrasi massa semakin bertambah, sehingga rentan menimbulkan gesekan. Khawatir timbul jatuhnya korban, Sofyan setelah berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri akhirnya memutuskan meninggalkan lokasi.

Kepada wartawan, Sofyan mengaku penertiban yang dilakukan belum maksimal. Untuk itu mereka akan melakukan evaluasi sehingga penertiban  berikutnya akan lebih baik lagi.

“Kita akan melakukan evaluasi dengan seluruh unsut terkait yang tergabung dalam tim gabungan ini. Kita akan tempuh langkah-langkah lain, termasuk mengatasi pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Rakyat ini,” jelas Sofyan.

Ada kemungkinan, tambah Sofyan, mereka akan melakukan pemblokiran seluruh akses masuk Jalan Rakyat dan kawasan Medan Perjuangan. Hal itu dilakukan untuk menutup ruang para pedagang berjualan.

“Penutupan akses masuk Jalan Rakyat dan kawasan Medan Perjuangan sudah menjadi pembicaraan kita dalam rapat yang dipimpin Bapak Wakil Walikota Medan beberapa waktu lalu. Mungkin ini akan kita terapkan dalam penertiban berikutnya. Jika mereka ingin berjualan, tempatnya di Pasar Induk,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai dagangan para pedagang yang berhasil disita tim gabungan, Sofyan menegaskan bisa diambil kembali. Namun pengambilannya tidak di Markas Satpol PP Jalan Adinegoro Medan, melainkan di Pasar Induk, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Kita sengaja melakukan ini agar mereka mau datang dan melihat kondisi Pasar Induk. Siapa tahu setelah melihat, mereka mau dan tertarik berjualan di Pasar Induk,” ungkapnya. (AFR)

Foto: Para pedagang mencoba melakukan perlawanan kepada petugas Satpol PP yang melakukan penertiban pedagang di Jalan Rakyat, Sabtu (19/3/2016) dini hari. (bataktoday/afr)

  • Bagikan