Lima Perusahaan Stone Crusher di Humbahas Tak Miliki Izin

  • Bagikan

Humbahas, BatakToday –

Bertahun-tahun beroperasi, lima perusahan pengelolaan tambang Galian Golongan C dengan menggunakan stone crusher (Humbahas) di Kabupaten Humbang Hasundutantidak memiliki izin operasi. Satu dari lima perusahaan tersebut disebut-sebut milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Humbahas.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Humbahas, Jamilin Purba, didampingi Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi, Iwan Manalu, kepada BatakToday Senin,(21/3/2016).

Jamilin mengungkapkan, operasi kelima perusahaan tersebut ilegal karena tidak memiliki izin usaha sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 17 tahun 2005 tentang Izin Tempat Usaha dan  Perbup Nomor 7 tahun 2012 tentang Persyaratan dan Tata Cara Memperoleh Surat Izin Tempat Usaha.

“Tidak adanya kesadaran oknum pemilik perusahaan atas pengajuan kepengurusan izin operasi menjadi kendala terhadap peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah. Padahal didalam UU Nomor 28 tahun 2009, Perda Nomor 17 tahun 2005, hingga Perbup Nomor 7 tahun 2012 jelas diatur. Namun sepertinya perusahaan-perusahaan ini tetap membandel,” keluh Jamalin.

Lebih lanjut Jamilin menjelaskan, Bupati Dosmar Banjarnahor telah memerintahkan kepada instansi terkait untuk membentuk tim monitoring guna mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak memiliki kelengkapan izin operasional. Menurutnya, hal itu akan dilakukan setelah Bupatii menerbitkan SK Monitoring.

Kepala seksi Monitoring dan Evaluasi, Iwan Manalu menambahkan, sebelumnya Penjabat Kepala KPPT yang lama sudah berulang kali melayangkan surat himbauan kepada pihak perusahaan, namun tak diindahkan.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja selaku penegak perda, akan tetapi sepertinya tidak berarti apa-apa. Sebab lima perusahaan yang tak punya izin ini masih saja beroperasi hingga kini dengan leluasa. Apa yang menjadi alasan terkendalanya penegakan perda di Satpol PP, tidak kita ketahui, sebab bukan ranah kita memberi keterangan,“ beber Iwan.

Iwan menjelaskan, semua prosedur pengajuan izin dikeluarkan melalui KPPT bersama dinas-dinas terkait, yakni Kantor Pertambangan Humbahas soal peta wilayah izin usaha pertambangan, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup dari segi legalitas lahan dan kepemilikan UKL/UPL, serta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi soal rekomendasi penerbitan Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Iwan mengungkapkan, kelima perusahaan tersebut beroperasi di Kecamatan Lintong ni Huta, yakni “Lima perusahaan yang tidak memiliki izin operasional,  yakni CV Bangun Jaya (Desa Nagasaribu) atas nama Paiman Nababan, CV Batu Harang Nauli (Desa Sitongi-tongi) atas nama Bosfer Rikardo Nababan, PT Anugerah Bahari Sejahtera Mandiri (Desa Nagasaribu), PT Bukit Cahaya (Desa Nagasaribu) disebut-sebut atas nama Bantu Tambunan, seorang anggota DPRD, dan Berkat Crusher.

Uniknya, sesuai konfirmasi BatakToday kepada Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kabupaten Humbahas, Martogi Purba, meskipun beroperasi secara ilegal, empat dari lima perusahaan itu secara rutin membayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (dahulu Pajak Galian Golongan C-red) sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pajak Daerah. Satu-satunya yang tidak menyetorkan pajak adalah Berkat Crusher.

“Pajak adalah keharusan bagi perusahan. Apa lagi perusahan tersebut telah berinvestasi dengan mengelola sumber daya alam Humbahas. Terkait belum dimilikinya izin, itu diluar pemahaman kita. Sebab kewenangan pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan yang tidak memiliki izin bukan gawe institusi kita,” tegas Martogi.

Hingga berita ini, BatakToday belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Kepala Kantor Kesbang Tibum perihal upaya penegakan perda oleh Satpol PP atas kelima perusahaan tersebut. (FT)

Foto : Salah satu lokasi pengolahan batu dengan stone crusher di pinggir jalan lintas Siborongborong – Doloksanggul. (bataktoday/ft)

  • Bagikan