Tim Gabungan Polres Taput Grebek Penambang Liar

  • Bagikan

Tapanuli Utara, BatakToday –

Tiga unit excavator merek CAT bersama 6 orang yang diduga pekerja dan operator alat berat tersebut, Senin (21/3/2016), diamankan petugas Polres Tapanuli Utara (Taput) karena diduga tidak memiliki izin melakukan penambangan batu atau galian golongan C di Desa Sipultak Dolok Kecamatan Pagaran Kabupaten Taput. Ketiga alat berat milik PT Marlian Indah Karya (MIK) tersebut diamankan pada saat tidak melakukan kegiatan penambangan, dan petugas langsung menyita serta memasang police line.

Selain itu, polisi juga mengamankan 6 orang pekerja, yaitu Nambul Sihombing (36) warga Desa Sipultak Kecamatan Pagaran Taput sebagai operator alat berat, Nimrot Marbun (49) warga Dusun Hau Sisada-sada Desa Hutaraja Hasundutan Kecamatan Sipoholon Taput sebagai administratur PT MIK, Jumiran Situmorang (27) warga Sipultak Dolok Kecamatan Pagaran sebagai operator alat berat, Nurhaba Siagian (53) warga Desa Sipultak Dolok sebagai pengawas lapangan PT MIK, Nasar Nababan (36) warga desa Siborong-borong II sebagai operator alat berat, dan Bangun Lumbantoruan (43) warga Desa Nagasaribu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundatan sebagai operator.

Kapolres Taput AKBP Dudus Harley Davidson yang langsung memimpin operasi didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kadis Kehutanan, Kadis Pertambangan dan Kakan Satpol PP Taput serta sejumlah petugas, menyisir sejumlah lokasi penambangan di Bukit Batu Harang Desa Sipultak Dolok Kecamatan Pagaran mulai pukul 12.30 WIB. Di lokasi petugas lalu mengamankan pekerja serta alat berat tersebut.

“Kita melakukan penangkapan dan mengamankan alat berat ini, karena diduga galian ini tidak memiliki izin dan ilegal. Kita akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Dudus.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas penambangan galian C jenis batu di kawasan pegunungan Batu Harang Desa Sipultak Kecamatan Pagaran semakin merajalela dan luput dari pengawasan Pemkab Taput.

Amatan BatakToday dikawasan tersebut, sejumlah alat berat dan truk terlihat lalu-lalang mengangkut ratusan bahkan ribuan kubik batu yang hendak diantar ke beberapa tempat. Terdapat 5 titik penggalian yang dilakukan 5 pengusaha penambangan di perbukitan Desa Sipultak tersebut.

Informasi dihimpun, ternyata seluruh pengusaha yang beropersi di lokasi itu belum memiliki izin galian C, AMDAL dan UKL-UPL dari instansi terkait. Lebih ironis lagi, lokasi penambangan berada dalam kawasan Hutan
Register 46. (TN)

Foto: Petugas Polres Taput bersama pejabat instansi terkait di Pemkab Taput saat mengamankan alat berat dan pekerja galian C ilegal di Kecamatan Pagaran. (bataktoday/tn)

  • Bagikan