Perayaan Jumat Agung Tepis Keraguan Toleransi Antar Umat

  • Bagikan

Jakarta, BatakToday –

Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal Jakarta, dua rumah ibadah agama yang berbeda dan persis berhadap-hadapan, Jumat (25/3/2016) siang masing-masing melaksanakan ibadah dengan khusuk dan damai.

Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta pada pukul 12.00 WIB dipadati tidak kurang 5.000 umat Katolik, dan 15 menit kemudian Masjid Istiqlal melaksanakan Ibadah Jumat yang karena libur nasional dihadiri jemaah melebihi biasanya.

Sejak pagi hari, pengurus Masjid Istiqlal membuka lahan parkirnya untuk digunakan jemaat Gereja Katedral, yang sebelum ibadah Jumat Agung telah memulai aktivitas dengan mengikuti tablo paskah. Jemaah Masjid Istiqlal yang datang belakangan kemudian diminta memarkirkan mobil di lokasi yang lebih jauh dari biasanya, bahkan diarahkan ke halaman Kementerian Agama RI.

“Umat Gereja Katedral sudah sejak pagi mengikuti ibadah, kita persilahkan menggunakan lapangan parkir masjid,” ujar pengurus Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam kepada BatakToday.

Abu menjelaskan, saling berbagi lokasi parkir antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral sudah terjadi selama puluhan tahun, terutama pada perayaan hari besar seperti salat Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Paskah.

Kematian adalah Wujud Kasih Kristus

Mengangkat tema ‘Paskah Kristus memberdayakan umat dalam menyatakan kebenaran dalam damai sejahtera’, Ibadah Jumat Agung di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta yang dipimpin Pdt HD Matulapelwa berlangsung khidmat.

Ibadah diawali dengan pembacaan liturgi Jumat Agung, diselingi serangkaian nyanyian, dan selanjutnya pelaksanaan Perjamuan Kudus sebagai puncak ibadah, dan dilanjutkan dengan Doa Syukur Agung.

Pdt Matulapelwa dalam khotbahnya mengingatkan bahwa kematian Yesus adalah wujud kasih-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Ia menekankan agar jemaat semakin bersatu dengan Yesus dan saling berbagi dengan sesama manusia, dan damai selalu menyertai umat manusia.

Kristus Bangkit, Keluarga Bangkit

Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Medan diawali dengan Ibadah Tablo pada pukul 08.00 WIB, yang diperagakan 30 orang dari Komunitas Orang Muda Katolik Paroki Katedral Medan, merupakan visualisasi kisah sengsara Yesus mulai dari pengadilan Pilatus hingga ke puncak Golgota, yang dikenal dengan Jalan Salib.

Misa Jumat Agung pada pukul 12.00 WIB mengangkat tema ‘Kristus Bangkit, Keluarga Bangkit’ dipimpin Pastor Paroki RD Sebastianus Eka BS.

Pastor Sebastianus mengajak umat untuk memanfaatkan kebangkitan Kristus menjadi momen kebangkitan keluarga, baik untuk keluarga inti maupun keluarga dalam lingkup yang lebih luas, yang ditujukan untuk menyebarkan kebaikan dan perdamaian.

Sementara itu, perayaan Jumat Agung di Gereja HKBP Sudirman Medan dimulai pukul 07.30 WIB berjalan dengan khidmat, dipimpin Pdt Sondang Napitupulu.

Perayaan dilanjutkan dengan ibadah pada pukul 12.00 WIB dan pukul 15.00 WIB. (ST/RD)

Foto: Suasana Ibadah Tablo Jalan Salib di Gereja Katedral Jakarta, Jumat (25/3/2016).

  • Bagikan