Tender 19 Paket Hotmix Mendadak Hilang dari Website LPSE Humbahas

  • Bagikan

Doloksanggul, Bataktoday –

Setelah Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) mengumunkan tender 19 paket pekerjaan Hotmix senilai kurang lebih Rp 30 miliar melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bidang Komunikasi Dan Informasi (Kominfo) Dinas Perhubungan dan Pariwisata Humbahas pada Jumat (18/3/2016) pukul 23:50 WIB, mendadak pengumuman itu hilang dari website LPSE (http://lpse.humbanghasundutankab.go.id/) dan menyusul dilakukan pembatalan tender.

Kepala Bidang Kominfo, Dedy Situmorang selaku operator LPSE mengakui terjadinya pembatalan tender akibat kerusakan server LPSE.

“Memang benar terjadi pembatalan tender 19 paket Hotmix. Dan hal itu tiba-tiba dikarenakan rusaknya server kita. Menindaklanjuti kondisi tersebut, proses tender akan dibuka kembali pada tanggal 10 April mendatang selama 7 hari,” ujar Dedy.

Terkait adanya pemberitahauan kepada pihak perusahaan melalui email saat sistem rusak, Dedy menjelaskan bahwa sistem secara otomatis dapat memberitahukan kepada perusahaan peserta tender.

Pembatalan tender memicu spekulasi terjadinya permainan atas tender pekerjaan tersebut, terutama di kalangan rekanan penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Humbahas.

Sejumlah rekanan mengaku dirugikan atas pembatalan tersebut, karena pengurusan berkas persyaratan tender yang sebelumnya telah dilengkapi oleh peserta tender telah memakan biaya cukup besar.

Sugar Ray Lumbantoruan, Direktur PT Sinar Kasih menengarai pembatalan tender tersebut bukan sekedar gangguan pada server LPSE, namun ada indikasi  persekongkolan antara aparat pengadaan dengan rekanan tertentu yang berniat untuk memenangkan lelang pekerjaan secara tidak jujur.

“Ada apa dengan semua ini. Alasan kerusakan server atau sistem bukan alasan yang logis dari panitia, karena menurut saya, seharusnya segala sesuatu terkait proses tender sepatutnya telah dipersiapkan terlebih dahulu oleh pihak panitia. Sementara secara etika ditegaskan bahwa pembatalan tender paket proyek harus melalui prosedur yang jelas, seperti pemberitahuan kepada pihak rekanan melalui email atau surat. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi kerugian dan kekhawatiran perusahan peserta tender. Anehnya pemberitahuan hanya diperoleh perusahaan-perusahaan tertentu,” ujar pria yang akrab dipanggil Aseng ini kepada BatakToday, Kamis (24/3/2016).

Kecaman keras juga disampaikan Ungkap Marpaung, pemilik PT Morgana. Menurut Ungkap, pembatalan pengumunan tender 19 paket hotmix ini merupahkan pelanggaran dalam penyusunan rencana pengadaan yang diatur dalam Perpres Nomor 54 tahun 2010 yang terakhir diubah dengan Perpres Nomor 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Melalui pengumuman tender yang ditayangkan panitia LPSE kita pihak perusahaan diminta melengkapi berkas syarat pendaftaran yang kongkret sesuai aturan perundang-undangan. Setelah semua berkas persyaratak terpenuhi dan memakan biaya yang tidak sedikit, tiba-tiba saja pengumuman lelang hilang setelah tiga hari berjalan dengan alasan kerusakan server. Alasan kerusakan server ini menurut dugaan saya merupakan upaya mensiasati para rekanan atau pembohongan yang mengarah pada manipulasi lelang proyek. Jangan-jangan ada skenario dibalik ini semua. Apalagi hingga kini tidak mendapatkan pemberitahuan dari pihak panitia. Seyogianya panitia harus melakukan perencanaan yang matang. Jika terjadi kerusakan server, itu merupahkan kelalaian birokrasi yang dipastikan merugikan masyarakat juga,” tegasnya.

Ungkap Marpaung mengaku akan melakukan konsultasi kepada pihak Polres Humbahas, apakah hal tersebut termasuk pelanggaran yang memberi ruang adanya delik aduan.

“Jika demikian, maka akan saya tempuh upaya hukum untuk dilakukan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,“ tandasnya.

Sementara itu, anggota kelompok kerja (pokja) lelang proyek hotmix, Kepala Seksi Bina Marga Dinas Kimpraswil Humbahas Gipson Panjaitan menjelaskan, sesuai laporan operator LPSE, kerusakan server  mengakibatkan pengumuman tender terhapus dari website. Terkait diperolehnya pemberitahuan terhadap rekanan tertentu, Gipson mengaku tidak melakukannya.

“Bagaimana mau kubuat, server nya yang tiba-tiba rusak. Pemberitahuan tidak dapat kita lakukan kepada peserta lelang, sebab nama perusahaan yang mendaftar tidak bisa terlihat di system,” kilahnya.

Menjawab keluhan rekanan yang merasa dirugikan, Gibson enggan berkomentar.

“Apa mau kubilang, memang sudah begitu keadaannya,” kilahnya.

Amatan BatakToday, website LPSE Pemkab Humbahas (http://lpse.humbanghasundutankab.go.id/) hingga Sabtu (26/3/2016) sore belum dapat diakses. (FT/red)

Foto: Server portal LPSE Humbahas di ruang server Bidang Kominfo Dinas Perhubungan Dan Pariwisata Humbahas yang dinyatakan rusak. Foto diambil Kami (24/3/2016). (bataktoday/ft)

  • Bagikan