Wartawan Dilarang Liput Razia Narkoba di Lapas Tebing Tinggi

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Tim Gabungan Polresta Tebing Tinggi, Polisi Militer, TNI, Brimob, Satpol PP dan BNN Serdang Bedagai, gelar razia narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tebing Tinggi, Jumat (25/3/2016) malam. Sayangnya, saat ratusan personel gabungan memasuki lapas, belasan wartawan yang meliput atas undangan pihak Mapolresta Tebing Tinggi tidak diperbolehkan masuk dengan alasan dapat memicu kerusuhan di dalam lapas.

“Maaf pak, untuk bapak-bapak wartawan jangan ikut masuk, cukup petugas saja yang boleh masuk lakukan razia di dalam,” jelas salah seorang penjaga pintu masuk lapas kepada sejumlah wartawan yang hendak mengikuti rombongan.

Alhasil, para pemburu berita ini hanya bisa melihat dan memperhatikan personel tim gabungan dari balik terali besi Lapas Tebing Tinggi.

Merasa tugas peliputannya terganggu, para wartawan pun mencoba menghubungi Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), namun mendapat jawaban yang sama.  KPLP meminta wartawan menunggu hasil razia diumumkan petugas.

Tak lama kemudian, Kepala Lapas Klas II Tebing Tinggi, Budi Situngkir, tiba di lokasi. Saat melintas, Budi meminta wartawan bersabar menunggu di luar lapas.

“Sabar ajalah menunggu disini, nggak usah ikut masuk. Nanti kalau ada hasilnya, kita lakukan temu pers dengan kawan-kawan,” ucap Budi sambil berlalu.

Kesal terhadap sikap Kalapas, para wartawan pun meninggalkan Lapas Tebing Tinggi. Berselang setengah jam, Kalapas mencoba menghubungi beberapa wartawan melalui telepon seluler, namun tak satupun wartawan yang mau mengangkat telepon.

Tak lama kemudian, Budi mengirimkan SMS yang isinya menunjukkan kekesalannya kepada wartawan.

“Katanya kawan, ternyata hanya segitu saja. Tadi aku sudah sampaikan, nanti kalau sudah habis razia akan diadakan konferensi pers. Ini kesepakatan kami dengan aparat demi keamanan,” tulis Budi dalam SMS-nya.

Kalangan wartawan menduga, larangan meliput ke dalam lapas dilakukan untuk menutupi kondisi lapas yang sebenarnya, apalagi dari razia di salah satu lapas di Sumatera Utara beberapa hari sebelumnya, terkuak keberadaan ruangan karaoke dan salon mewah di dalam lapas. Alasan potensi kerusuhan di dalam lapas menurut wartawan tidak masuk akal, mengingat personil tim gabungan yang dikerahkan pada razia tersebut jumlahnya ratusan.

Lapas klas II-B Tebing Tinggi.sendiri selama ini dikenal rawan peredaran narkoba. Dua pekan lalu, petugas lapas menemukan 3,5 kg ganja tak bertuan di dalam lapas.

Kalangan wartawan menengarai, razia gabungan yang digelar Jumat (25/3/2016) malam hanya sekedar seremoni untuk pencitraan belaka.

Foto: Tim Gabungan Polresta Tebing Tinggi, Polisi Militer, TNI, Brimob, Satpol PP dan BNN Serdang Bedagai saat memasuki pintu Lapas Tebing Tinggi untuk melakukan razia narkoba, Jumat (25/3/2016) malam. (bataktoday/iss)

  • Bagikan