Djomen Purba: Museum Simalungun Perlu Perhatian Khusus Pemko Siantar

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Untuk melestarikan koleksi benda-benda purbakala peninggalan kerajaan-kerajaan Simalugun seperti peralatan hidup, gabah, mata uang, kerajinan tangan, peralatan rumah tangga, alat-alat kesenian dan perhiasan, Ketua Yayasan Museum Simalungun, Djomen Purba, meminta perhatian khusus dari Pemerintah Kota Pematangsiantar, agar artefak kebudayaan Simalungun tersebut tidak rusak ditelan zaman.

“Sejak Pemerintah Kabupaten Simalungun tidak memberi bantuan lagi untuk melestarikan Museum Simalungun ini, kami meminta bantuan kepada Pemerintah Kota  Siantar, namun yang diberikan hanya hibah sekali dalam dua tahun,” kata Djomen kepada BatakToday di Museum Simalungun, Sabtu (26/3/2016) petang.

Ketua Yayasan Museum Simalungun, Djomen Purba. (bataktoday/em)
Ketua Yayasan Museum Simalungun, Djomen Purba. (bataktoday/em)

Menurut Djomen, walaupun museum dikelola oleh yayasan, pihak pemerintah kota juga harus ikut berperan melestarikannya, karena Museum Simalungun adalah salah satu ikon bersejarah Kota Pematangsiantar.

“Makanya sudah pernah saya daftarkan ke pemerintah kota sebagai cagar budaya bersejarah di kota ini, tapi sampai sekarang belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota untuk melestarikannya,” ungkapnya.

Mantan Ketua Partuha Maujana Simalungun ini juga kecewa dengan sikap Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Pematangsiantar yang secara rutin mendatangi Museum Simalungun hanya untuk meminta data jumlah pengunjung.

“Untuk apa Disporabudpar rutin datang hanya untuk meminta data jumlah pengunjung. Lihatlah, jumlah pengunjung sekarang  berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seharusnya Disporabudpar mengambil kebijakan bagaimana cara meningkatkan pengunjung ke museum ini, karena selama ini yang rutin datang hanya pelajar saja,” ucapnya dengan nada kesal.

Foto: Museum Simalungun di Jalan Jenderal Sudirman Pematangsiantar. (bataktoday/em)

  • Bagikan