Walikota Tebing: Perawat Harus Siap Bersaing di Pasar Tenaga Kerja ASEAN

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Perawat adalah profesi yang terhormat dan mulia. Peluang kerja perawat kini berbasis internasional pasca bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), karena lowongan pekerjaan perawat menjadi salah satu kesepakatan bersama negara-negara ASEAN. Tentunya tenaga perawat yang berpeluang bersaing di pasar ASEAN bahkan dunia adalah mereka yang telah mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) dan Satuan Kredit Profesi (SKP) serta memiliki kecakapan, terampil dibidangnya, dan menguasai bahasa internasional.

Hal itu diutarakan Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya pada pembukaan Seminar Keperawatan yang digelar dalam acara peringatan hari jadi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-42, Senin (28/3/2016) di Gedung Hj Sawiyah Tebing Tinggi.

Walikota Umar mengatakan, untuk memperoleh STR dan SKP, seorang perawat wajib mengikuti ujian, dan mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan keilmuan yang dimiliki.

“Seorang perawat itu tidak hanya memenuhi STR dan SKP nya saja, juga harus mampu menjaga etika sebaik-baiknya,” terang Umar.

Walikota mengingatkan agar korps perawat bekerja secara profesional dan memegang teguh etika profesi secara konsisten, terutama karena berkembangnya isu miring tentang perilaku tidak layak oleh sebagian oknum perawat yang dipicu persaingan tidak sehat diantara klinik-klinik tertentu di Kota Tebing Tinggi.

“Hal semacam ini harus disikapi dengan bijak, karena adanya isu miring pasien selalu dikenakan biaya yang sangat tinggi, bahkan ada pula pasien BPJS yang harus bayar dengan istilah biaya ‘cuci tangan’. Saya berharap hal-hal semacam ini jangan sampai terjadi di Tebing Tinggi,” ujar Walikota mengingatkan.

Kepada perawat yang belum memiliki STR dan SKP, Walikota meminta masing-masing perawat segera melengkapinya. Sebelumnya Ketua PPNI Kota Tebing Tinggi, Ernawati Lubis melaporkan, dari 719 orang perawat di Tebing Tinggi, baru 361 orang atau 50,20 persen yang memiliki STR dan menjadi anggota PPNI.

Seminar yang menghadirkan Ketua PPNI Sumut Evi Karota Bukit SKp.MNs sebagai narasumber, diikuti 250 orang perawat dari berbagai rumah sakit, balai pengobatan dan puskesmas RSU, Balai Pengobatan dan Puskesmas, berlangsung sehari penuh dirangkaikan dengan Hari jadi PPNI.

Hadir Kadis Kesehatan, Direktur RSUD.Kumpulan Pane dr .Nanang Fitra Aulia Sp.PK, dan para pimpinan RSU se Kota Tebing Tinggi.(iss)

Foto: Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan memotong nasi tumpeng tanda hari jadi PPNI ke 42 di Gedung Hj Sawiyah Tebing Tinggi, Senin (28/3/2016). (bataktoday/iss)

  • Bagikan