70 Km Jalan Lingkar Samosir Dikerjakan Hingga 2019

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Pembangunan jalan lingkar dalam Pulau Samosir di kawasan Danau Toba dikerjakan multiyears sejak 2016 hingga 2019. Dengan anggaran Rp 1,8 triliun ruas jalan yang dikerjakan direncanakan 70 km dari total 145 km jalan lingkar dalam Samosir, ditambah pembangunan jembatan di Tano Ponggol.

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I, Paul Siahaan saat menggelar temu pers di kantornya, Selasa (29/3/2016).

“Paket pekerjaannya akan dilelang, dan semoga kami bisa menyelesaikan proses lelang di akhir Maret ini,” katanya didampingi Kabid REN Sugeng Gunadi, Kabid PSP3 Fathurrahman, Kabid BAKS Jon Damanik, Kasatker BBPJN Wilayah I Bambang Pardede, dan Kasatker Metro Medan Ahmad Faisal.

Paul menambahkan, pengerjaan pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba sangat membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah setempat, khususnya dalam proses pembebasan lahan.

Mengenai kinerja BBPJN Wilayah I secara keseluruhan, Paul menjelaskan, kondisi jalan nasional di Sumut saat ini masih dalam kondisi Mantap Marginal,  yaitu kondisi mantap yang masih bisa berubah dalam waktu dekat. Ia menambahkan, hingga saat ini sebagian besar dari 23 paket pekerjaan sudah ditenderkan.

Sementara Kabid BAKS Jon Damanik merinci, realisasi pengerjaan fisik pada  triwulan I 2016 mencapai 10,41 persen dari target 10,61 persen, yang diikuti realisasi keuangan 10,53 persen dari target 14,92 persen. Hingga April 2016, progres fisik diproyeksikan mencapai 34 persen, sementara 8 paket multiyears belum dilelang.

“Padahal, untuk pengerjaan paket direncanakan sudah tuntas 100 persen di bulan Oktober,” katanya.

Jon Damanik menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab realisasi fisik dan keuangan tersebut, diantaranya adanya paket pekerjaan yang lelangnya harus mendapat persetujuan dari menteri keuangan, kemudian progres fisik tidak serta merta diikuti realisasi keuangan.

Pada kesempatan itu Kabid REN Sugeng Gunadi mengungkapkan, selain menangani sistem pengerjaan infrastruktur ruas panjang, saat ini BBPJN Wilayah I juga mendukung program metropolitan.

“Bagaimana untuk mengurai kemacetan di kawasan kota metropolitan, pembangunan underpass di Jl Brigjen Katamso Medan, dan hal lainnya,” ujar Sugeng.

Paul juga menjelaskan, untuk menjamin kualitas hotmix, BBPJN Wilayah I juga melakukan sertifikasi terhadap Asphalt Mixing Plant (AMP) yang beroperasi di lingkungan kerjanyanya. Hingga saat ini, terdapat 59 unit AMP yang tersertifikasi, 20 diantaranya disertifikasi pada tahun 2015 lalu. Menurut pihaknya, jumlah AMP tersebut sudah mencukupi untuk wilayah kerjanya. (AFR)

Foto: Kepala Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I, Paul Siahaan saat menggelar temu pers di kantornya, Selasa (29/3/2016). (bataktoday/afr)

  • Bagikan