Dinas Pendidikan Kota Siantar Jamin Soal UN Tidak Bocor

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Truk Ekspedisi PT Pos Indonesia pengangkut soal Ujian Nasional  parkir di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Disdikjar) Kota Pematang Siantar, dan tampak 20-an pegawai Disdikjar turut melangsir kotak soal ke dalam ruangan yang disediakan, Rabu (30/3) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kabid Pendidikan Menengah Disdikjar Kota Siantar Tolopan Doloksaribu mengatakan bahwa mereka sudah menerima soal UN sesuai dengan jumlah siswa peserta.

“Jumlah soal ujian yang datang sesuai dengan jumlah peserta ujian 8.814 set. Dikemas dalam 616 kotak, untuk semua mata pelajaran untuk SMA dan SMK sederajat. Dan untuk paket C ada 3 Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dengan jumlah 160 peserta. Lokasi ujian paket C  direncanakan di  Gedung  Muhammadiyah Jalan Merdeka, pukul 13.30 WIB, serta langsung ditangani oleh pihak Disdikjar Kota Siantar,” terang Tolopan.

Menanggapi kemungkinan adanya kecurangan atau kebocoran soal, Tolopan Doloksaribu menjamin tidak akan ada kebocoran, melibatkan pihak keamanan/polisi untuk menjaga soal ujian selama ada di Disdikjar kota.

“Sebenarnya kemungkinan kebocoran soal  tidak seperti tahun-tahun yang lalu lagi, karena  nilai UN tahun ini tidak mempengaruhi  kelulusan. Jadi sulit sebenarnya, kalaupun ada kebocoran disebutkan tahun-tahun lalu , itu kurang masuk diakal, karena soal ada 20 tipe. Jadi untuk setiap 20 orang per ruangan, tidak ada soal yang sama. Jenis soal sama banyaknya dengan jumlah peserta,” demikian dijelaskannya.

Tolopan menambahkan lagi, dijamin tidak akan ada kebocoran soal oleh pihak sekolah.

“Jadi kalau ada yang bilang kebocoran soal dari sekolah, saya jamin tidak akan ada itu. Soal dijaga disini,” tegasnya.

Untuk pendistribusian soal dan lembar jawaban UN, akan dilakukan setiap pagi antara pukul 05.00-06.00 WIB selama UN berlangsung. Kepala Sekolah masing masing datang menjemput soal ke kantor Disdikjar. Selesai ujian Lembar Jawaban Komputer (LJK) langsung diantar ke dinas untuk setiap harinya dilanjukan ke provinsi. Yang melakukan koreksi LJK sepenuhnya adalah wewenang provinsi. Tolopan juga menambahkan bahwa masing-masing guru pengawas tidak diperbolehkan mengawas di tempatnya mengajar.

Terpisah, ketua Forum Guru Siantar (FGS) Estman Napitupulu, ketika dikonfirmasi tentang kemungkinan adanya  kecurangan dalam pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK sederajat di Siantar, mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menjamin pelaksanaan Ujian Nasional ini bebas dari kecurangan.

“Kita tetap menginginkan supaya tidak ada kebocoran soal pada UN ini. Kita mohon kepada semua pihak, agar tidak menodai UN. Janganlah diberikan “pendidikan hitam” untuk para siswa. Investigasi kita selama ini, selalu ada kunci jawaban yang beredar,” ujar Estman.

Di akhir pembicaraan Estaman Napitupulu juga mengatakan bahwa sangat sulit untuk membuktikan siapa pelaku pembocoran soal, hanya bisa menduga.

“Soal Ujian Nasional itu sebenarnya datang dan dibungkus dengan baik. Dan yang menyimpan juga Disdikjar. Nah mengapa bocor kunci jawaban, pasti dari sumbernya lah. Logikanya, sumber kebocoran dari tempat dimana soal itu disimpan,” demikian disebutkannya.

Menurut Estman lagi, biasanya satu hari sebelum ujian sudah beredar kunci jawaban.

“Siapa pun itu pelaku pembocoran kunci jawaban, pastilah orang yang pintar. Bisa oknum guru, atau bisa dari pihak bimbingan test atau bimbingan belajar, “ tutup Estman. (AT)

Foto:

Pegawai Disdikjar turut membantu melangsir soal menuju ruangan penyimpanan, Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Pematang Siantar, Rabu 30/3/2016 (at/bataktoday)

  • Bagikan