Dokumen Pembukuan PD PAUS Tahun 2015 Raib?

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar pada Selasa (12/1/2016) lalu ternyata hanya berhasil menyita dokumen pembukuan Perusahan Daerah Pembangunan Aneka Usaha (PD PAUS) Kota Pematangsiatar tahun 2014, sedang dokumen tahun tahun 2015 hingga saat ini belum ditemukan. Kondisi tersebut menimbulkan kesulitan bagi penyidik Kejari Siantar untuk menuntaskan penyidikan.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Siantar, Ondo Purba kepada BatakToday di kantornya, Kamis (31/3/2016).

“Karena dalam penggeledahan kita hanya menemukan dokumen PD PAUS tahun 2014, maka kita panggil  saksi-saksi lagi untuk melengkapi data penyidikan, seperti bendahara PD PAUS yang sudah empat kali kita periksa,” kata Ondo.

Kendala lain dalam penuntasan penyidikan dugaan korupsi dana penyertaan modal Pemko Siantar dan penerimaan uang muka pembelian Paras Melanthon Siregar itu, terang Ondo, juga karena saksi-saksi yang dipanggil sering mangkir dengan berbagai alasan.

“Setiap hari kita panggil saksi-saksi terkait dengan penyidikan dana penyertaan modal PD PAUS sebesar 9 miliar, tapi kendalanya saksi-saksi yang dipanggil Kejari Siantar selalu datang tidak tepat waktu. Seperti Bank BTN contohnya,  yang seharusnya kita panggil untuk diperiksa hari ini, kemudian surat balasannya datang dan dapat memenuhi panggilan setelah tanggal 6 April. Terpaksa kita buat surat panggilan lagi diatas tanggal 6 April. Hal-hal seperti ini yang menjadi kendala untuk Kejari Siantar dalam menuntaskan penyidikan. Kalau saksi-saksi memenuhi panggilan pemeriksaan tepat waktu, dua bulan usai penggeladahan penyidikan sudah tuntas,” ungkapnya.

Namun Ondo optimis, proses penyidikan akan dapat dituntaskan dalam waktu dekat ini.

“Minggu depan kita akan periksa semua jajaran direksi dan badan pengawas. Setelah itu rampung, selanjutnya kita serahkan ke BPKP (untuk perhitungan kerugian negara-red),” terang Ondo.

Tentang bendahara PD PAUS yang dalam beberapa kali pemeriksaan menunjukkan sikap tidak koperatif, menurut Ondo tidak perlu diperiksa lagi.

“Bendahara tidak usah lagi diperiksa. Asal diperiksa, itu aja bolak-balik. Tidak ada lagi perkembangan, padahal sudah dikasih kesempatan,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah melewati tahap penyelidikan sejak akhir Oktober 2015 lalu, pada tanggal 14 Desember 2015 Kajari Siantar dengan surat perintah nomor Print.Dik.01/N.12/FD.1/12/2015 meningkatkan kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemko Pematangsiantar pada PD PAUS ke tahap penyidikan (baca juga: https://bataktoday.com/kejari-siantar-pers-kawal-penyidikan-kasus-tipikor-pd-paus).

Selanjutnya dalam rangka penyidikan, Kejari Siantar melakukan penggeledahan di kantor PD PAUS Jalan Merdeka Pematangsiantar pada Selasa (12/1/2016) lalu. (baca juga: https://bataktoday.com/kejari-siantar-geledah-pd-paus).

Pada konferensi pers yang digelar usai penggeledahan, Kasi Pidsus Ondo Purba menyatakan akan segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pada perusahaan daerah milik Pemko Pematangsiantar tersebut (baca juga: https://bataktoday.com/kejari-siantar-segera-tetapkan-tersangka-dugaan-korupsi-pd-paus). (EM/AT)

Foto: Kasipidsus Kejari Siantar, Ondo MP Purba langsung memimpin tim penyidik pada penggeledahan kantor PD PAUS di Jalan Merdeka Pematangsiantar pada Selasa (12/01/2016) lalu.  (bataktoday/ajvg)

  • Bagikan