Polres Humbahas “Kunjungi” Batu Harang, Penambang Tunggang Langgang

  • Bagikan
????????????????????????????????????

Humbahas,Bataktoday

Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort Humbang Hasundutan mulai melakukan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan yang ditengarai melakukan penambangan galian C ilegal di daerah Humbahas.

Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Jonser Banjarnahor mengawali penyelidikan dengan mendatangi lokasi penambangan Batu Harang yang terletak di Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintong Ni Huta, Rabu (30/3).

Kehadiran tim penyelidik ini membuat operator dan pekerja yang berada di tempat itu mengambil langkah seribu, lari tunggang langgang meninggalkan lokasi.penambangan.

Karena tidak ada yang dapat dimintai keterangan, akhirnya tim ini memasang police line (garis polisi) di lokasi tersebut. Beberapa alat berat yang terdapat di lokasi termasuk ke dalam garis polisi yang dipasang.

Karena relatif lebih mudah, tim ini membawa 4 unit dump-truck Colt Diesel untuk diamankan di Mapolres Humbahas.

Hal tersebut di atas disampaikan Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Jonser Banjarnahor kepada Bataktoday ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/3).

Empat unit dump truck pengangkut galian C yang diamankan dari lokasi tambang Batu Harang, di Mapolres Humbahas, Lintong Ni Huta, Humbang Hasundutan, Rabu 30/3/2016 (ft/bataktoday)
Empat unit dump truck pengangkut galian C yang diamankan dari lokasi tambang Batu Harang, di Mapolres Humbahas, Lintong Ni Huta, Humbang Hasundutan, Rabu 30/3/2016 (ft/bataktoday)

“Kita tidak dapat melakukan interogasi dilapangan terkait kepemilikan alat berat, truk pengangkut dan izin operasi. Sebelum kita turun dari mobil, pekerja dan operator alat berat, langsung berlarian meninggalkan lokasi. Garis polisi yang dipasang di lokasi, dan pengamanan terhadap 4 unit dump truck, mudah-mudahan membuat pemilik perusahaan bersedia datang untuk melapor,” sebut Jonser.

Jonser lebih lanjut mengatakan bahwa mereka mengundang sebelas pemilik usaha tambang galian C untuk hadir di Mapolres Jumat (1/4) yang akan datang, memastikan kepemilikan izin masing-masing perusahaan.

“Jika terdapat perusahaan yang tidak lengkap izinnya, akan diproses hukum sebagaimana mestinya,” sebut Jonser.

Mantan Kasat Reskrim Polres Nias Selatan ini menegaskan bahwa tidak ada yang kebal hukum, ketika menyinggung adanya “kabar angin” tentang oknum yang membekingi usaha penambangan ilegal itu.

Terpisah, ketika ditemui BatakToday di kantornya, Koordinator Satpol PP S Sitanggang mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat sebatas memberi teguran kepada pengusaha tambang, meskipun meyakini bahwa usaha tersebut tidak lengkap izinnya.

Sitanggang menjelaskan mereka berwewenang melakukan penindakan jika terlebih dahulu ditetapkan sebagai Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

“Untuk penindakan pelanggaran Perda yang merujuk pada pengadilan, seharusnyalah terlebih dahulu dibentuk Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil melalui SK Bupati. Barulah tim ini dapat menindak pelanggar Perda, dan dapat melanjutkan ke proses hukum tanpa melibatkan kepolisian,” tegasnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Humbahas H. Manulang  ketika dikonfirmasi sehubungan maraknya usaha penambangan galian C yang ditengarai ilegal, mengatakan bahwa sikap tegas atas pengawasan pemerintah daerah dibatasi oleh oknum-oknum yang disinyalir berada dibelakang aktivitas penambangan liar.

“Ruang gerak Pemkab terbatas untuk mendalami kelengkapan perizinan perusahaan-peusahaan Stone Crusher, terpaksa hanya pajak nya saja yang kita ambil. Meskipun kita ketahui secara nyata mereka mencuri dipekarangan rumah kita,” terangnya pasrah. (FT).

Foto :

Kasat Reskrim Polres Humbahas, AKP. Jonser Banjarnahor ketika memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Mapolres Humbahas, Lintong Ni Huta, Humbang Hasundutan, Rabu 30/3/2016 (ft/bataktoday)

  • Bagikan