Toko Idea Jalan Kartini Siantar Kebakaran, Matondang Spontan Tinggalkan Dagangan

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Melihat Edy sang pemilik toko keluar dengan tergesa-gesa bersama karyawannya, ke gudang samping tokonya yang sudah dipenuhi asap, Matondang yang sehari-hari berjualan buah di seberang toko, langsung berlari meninggalkan barang jualannya, membantu upaya untuk memadamkan api yang mulai membesar di dalam gudang milik toko itu.

Spontanitas sosial di atas menjadi sisi lain dari peristiwa kebakaran yang terjadi di Toko Idea, penjual alat-alat rumahtangga yang terletak di sebelah Toko Roti Ganda, Jalan Kartini Pematang Siantar, Kamis (31/3) sekitar pukul 10.10 WIB.

Bermula dari padamnya aliran listrik PLN saat Toko Idea mulai beroperasi pada pukul.10.00 WIB pagi tadi, salah satu karyawannya menghidupkan mesin genset yang ditempatkan di gudang, bagian samping kanan toko. Sekitar 5 menit setelah genset ditinggalkannya, tiba-tiba aliran listrik terputus.

Saat Edy bermaksud untuk melihat genset yang tadinya sudah beroperasi, ternyata gudang sudah dipenuhi asap, dan tumpukan kardus bekas yang terdapat di dalam gudang sudah mulai terbakar.

Edy memberitahukan kejadian itu kepada karyawannya. Tidak dibekali pengetahuan tentang kondisi darurat kebakaran, Edy dan karyawannya sempat kebingungan dan panik.

Nasib baik, Matondang yang langsung datang melihat kejadian itu, mengambil “komando” upaya pemadaman. Ember-ember yang dijual di toko langsung diisi dengan air, bersama karyawan-karyawati toko, kirim mengirim ember dari dalam kamar mandi ke dalam gudang untuk kemudian menyiram genset dan kardus-kardus yang terbakar.

Setelah keadaan memungkinkan, mesin genset langsung diangkat keluar dari gudang demi pengurangan resiko api membesar.

Sementara itu, Edy langsung menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Siantar. yang tiba di tempat kejadian sekitar 5 menit setelah mendapat panggilan.

“Pemadamnya langsung datang bang. Paling lima menit sudah datang bang,” ujar Edy kelihatan puas dengan respon Pemadam Kebakaran Kota Siantar dalam kejadian ini.

Setelah regu pemadam kebakaran tiba di tempat, berangsur karyawan yang dikoordinir Matondang pedagang buah, menarik diri dari pintu dan lorong di depan gudang.

Api yang tadinya sudah mendapat penangan pertama dari karyawan toko dibawah komando Matondang, terlihat dari luar masih mengepulkan asap yang cukup tebal saat diambil alih regu pemadam kebakaran.

Berdasarkan rekaman video dari tempat kejadian, sejak kedatangan hingga mulai melakukan penyemprotan air, regu pemadam membutuhkan waktu untuk persiapan kurang dari 2 menit, 1 menit 45 detik. Dan api padam total dalam waktu 5 menit setelah ditangani regu pemadam.

Terlihat di halaman toko mesin genset yang telah dikeluarkan sebelumnya  saat penanganan pertama dengan menggunakan air dalam ember, dan onggokan kardus yang masih berasap yang dikeluarkan dari gudang setelah api benar-benar padam.

Vivi Anjani, salah satu karyawati Toko Idea mengatakan mereka (maksudnya karyawati, red-) juga ikut mengangkat air.

“Sempat juga kami ikut angkat air. Toko sudah buka sewaktu kebakaran,” ujarnya masih ngos-ngosan.

Matondang yang ditemui BatakToday masih basah kuyup setelah menyelesaikan perannya sepanjang proses pemadaman api, mengatakan dia sedang bekerja sewaktu mengetahui ada kebakaran.

“Pas ‘motong pisang tadi, kutengok api. Yang punya lari ke dalam (memanggil karyawannya). Duapuluh anggotanya, satu pun tak ada yang disuruhnya, kumakilah baru bergerak. Itupun dikeluarinya pula ember kecil, mana ada tenaga airnya,” tutur Matondang.

“Apinya sudah tinggi, untung tumpukan kardusnya padat, rapat. Api besarnya di bawah, makanya kusiram banyak-banyak di bagian bawah, barulah bisa naik tangga,” lanjut Matondang menggambarkan.

Menurut Matondang seluruh proses pemadaman sejak dari awal, sebelum pemadam datang sampai api akhirnya bisa dijinakkan, memakan waktu sekitar 20 menit.

Ketika BatakToday mengapresiasi kesigapan dan keberaniannya menghadapi peristiwa ini, dan mengatakan dia mampu untuk ikut regu pemadamkebakaran, Matondang merendah dan mengatakan itu spontan saja.

“Spontan nya itu, ga ada pula orang lain, cemanalah lae. Spontan sajanya itu,” ujarnya minta diri untuk pulang ke rumah, berganti pakaian.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Siantar dikerahkan ke lokasi kejadian, ditambah dengan kedatangan 1 unit mobil water cannon milik POLRI. Namun akhirnya hanya 1 unit mobil pemadam yang sempat bekerja, karena api dapat segera dijinakkan. (ajvg)

Foto:

Matondang penjual buah, orang terakhir yang keluar dari gudang, pada kebakaran yang terjadi di Toko Idea Jalan Kartini, Pematang Siantar, Kamis 31/3/2016 (ajvg/bataktoday)

  • Bagikan