Aliansi Pedagang Pasar Horas Siantar Tolak Kenaikan Retribusi

  • Bagikan
????????????????????????????????????

Pematang Siantar, BatakToday

Terkait tindakan manajemen Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Pematang Siantar yang menaikkan tarif retribusi sebesar 200 persen, sejak 15 Maret 2016 lalu,  sekitar 90 persen pedagang yang menamakan diri Aliansi Pedagang Tradisional  di Pasar Horas Jaya akan melakukan unjuk rasa untuk menolak kenaikan tarif tersebut dalam waktu dekat ini.

Ketua Aliansi Pedagang Tradisional PHJ, Agus Berlin Butar-Butar menyebutkannya saat ditemui BatakToday di Pasar Horas, jalan Merdeka, Kamis (31/3).

“Saat melakukan pertemuan dengan manajemen PD Pasar Horas Jaya baru-baru ini, kita sudah sampaikan penolakan. Namun langkah itu tidak berhasil, sehingga pedagang sepakat untuk menggelar unjuk rasa. Dalam waktu dekat kita akan unjuk rasa ke sejumlah instansi, ke Balai Kota dan kantor DPRD,” sebut Agus.

Menurut Agus kebijakan itu terlalu dini untuk diterapkan, dan hal itu dianggap kesewenang-wenangan.

“Itu sewenang-wenangan. Manajemen menaikkan sepihak tanpa ada dialog dengan para pedagang. Belum ada hasil kerja mereka (pengelola) yang signifikan satu setengah tahun ini, sejak manajemen berubah dari dinas ke perusahaan daerah. Tapi tiba-tiba menaikkan retribusi, kinerjanya lah dulu diperbaiki. Lihatlah, langkah PD PHJ untuk meningkatkan jumlah konsumen pun tak ada. Itu terbukti, akhir-akhir ini konsumen jauh berkurang,” ucap Agus.

Sejauh ini menurutnya, komitmen pedagang melakukan aksi bersama sudah terjalin, walau dia menilai ada usaha manajemen PD PHJ untuk memecah kesatuan pedagang.

“Mereka coba untuk memecah kesatuan pedagang, tapi itu tidak mempengaruhi apa yang sudah dirapatkan sesama pedagang. Jumlah pedagang yang akan ikut aksi diperkirakan sekitar 2500 orang,” ungkapnya

Sementara itu Immanuel, pedagang Pasar Horas yang ditemui di tempat yang sama, mengatakan dukungannya untuk unjuk rasa nanti.

“Saya sangat mendukung aksi unjuk rasa ini. Juga  mengharapkan lembaga berwenang seperti BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), mengaudit keuangan PD PHJ. Banyak uang yang dikeluarkan pengelola yang mubazir, misalnya jumlah pegawai yang sangat banyak dan pengelolaan parkir juga jadi tanda tanya. Kami tak tahu hasil kinerja perusahaan selama ini,” ujarnya. (EM)

Foto:

Ketua Aliansi Pedagang Tradisional Pasar Horas, Agus Berlin Butar-Butar (tengah), diapit oleh dua pedagang, Pasar Horas, Pematang Siantar, Kamis 31/3/2016 (em/bataktoday)

  • Bagikan