KPU Siantar Putuskan TMS, Fernando Konsultasi ke PT TUN

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Menyikapi putusan pleno KPUD Kota Pematangsiantar yang menyatakan pasangan Fernando Simanjuntak-Arsidi tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Pematansgisantar tahun 2015, Fernando Simanjuntak berencana melakukan konsultasi ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PT TUN) Medan sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Kita akan melakukan koordinasi ke PT TUN terkait dengan langkah KPUD Siantar yang menindaklanjuti verifikasi, apakah sudah sesuai dengan putusan PT TUN,” kata Fernando kepada BatakToday, Kamis (31/3/2016) malam di kediamannya.

Menurut Fernando, tindakan KPUD Siantar melakukan verifikasi faktual sudah salah karena tidak terlebih dahulu menjalankan butir-butir putusan PT TUN.

“Pada saat sosialisasi di kantor KPUD Siantar mengenai tindaklanjut putusan PT TUN, kita sudah sarankan agar KPUD Siantar memahami isi putusan PT TUN yang sebenarnya. Artinya harus sepemahaman paslon dengan KPUD Siantar untuk menanggapi isi putusan PT TUN. Tapi pihak KPUD Siantar mengatakan PT TUN bukan atasan mereka, sementara kami diundang untuk sosialisasi tindak lanjut putusan PT TUN, sehingga pada saat sosialisasi itu kami menolak verifikasi faktual yang akan dilakukan KPUD Siantar,” terangnya.

Menurut Fernando, dalam putusan PT TUN tidak ada perintah kepada KPUD Siantar untuk melakukan verifikasi faktual.

“Butir-butir putusan PT TUN itu seharusnya dijalankan satu per satu, dan dalam putusan itu juga sudah jelas tidak melakukan verifikasi factual, tapi memproses lebih lanjut verikasi faktual atau penelitian faktual terhadap pasangan calon,” ungkapnya.

“Jadi intinya kita akan melakukan konsultasi dulu ke PT TUN mengenai sikap KPUD Siantar ini. Kemudian kedepannya, kita berencana akan melakukan upaya hukum,” tutupnya.

Seperti diketahui, rapat pleno KPUD Pematangsiantar, Rabu (30/3/2016) memutuskan pasangan Fernando-Arsidi tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi calon walikota dan wakil walikota pada Pilkada Siantar 2015 tertunda. Putusan itu menyusul nihilnya hasil verifikasi faktual yang digelar 21-24 Maret lalu atas 24.436 dukungan yang diajukan pasangan Fernando-Arsidi (baca juga: https://bataktoday.com/ketua-kpu-siantar-pasangan-fernando-arsidi-tms dan https://bataktoday.com/verifikasi-faktual-dukungan-fernando-arsidi-seluruh-kecamatan-nol-siantar-sitalasari-5-warga-menolak). (EM)

  • Bagikan