Badut Cilik Kisaran, 180 Kilometer untuk Mengamen di Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Suasana kedai kopi di barisan ruko Jalan Kartini Pematang Siantar akhir-akhir ini sering diramaikan oleh pengamen badut, dengan kostum yang menarik perhatian. Seperti pada Jumat (1/4) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, dua badut cilik “menggoyang” Kedai Kopi H dengan tarian mengundang tawa gembira pengunjung yang tadinya asyik menikmati obrolan di meja masing-masing.

Kedua badut cilik beraksi diiringi alat pemutar musik dengan volume yang cukup untuk menghentikan obrolan para pengunjung. Mereka berjoget diiringi celetukan pengunjung yang meminta supaya lebih goyang lagi. Seperti merasa kurang pas untuk goyangan yang lebih “hot”, salah satu dari badut ini menambah volume suara pada alat pemutar musik yang diletakkan di meja depan kedai.

Rizky dan Randy, menempuh total jarak perjalanan 180 kilometer setiap kali mengamen dari Kisaran ke Siantar, Jalan Kartini, Pematang Siantar, Jumat 1/4/2016 (ajvg/bataktoday)
Rizky dan Randy, menempuh total jarak perjalanan 180 kilometer setiap kali mengamen dari Kisaran ke Siantar, Jalan Kartini, Pematang Siantar, Jumat 1/4/2016 (ajvg/bataktoday)

Entah disengaja atau tidak, badut cilik dengan kostum dan topeng Masha seperti dalam film animasi Masha and the Bear, berkali-kali harus membetulkan letak buntalan pembesar perutnya yang merosot saat berjoget, berhasil membuat para pengunjung tertawa.

Setelah berjoget beberapa waktu, salah satu dari mereka berkeliling mendatangi setiap meja, untuk menerima uang pemberian para pengunjung.

Sebelum meninggalkan Kedai Kopi H, tanpa kata-kata keduanya membungkukkan badan, memberi hormat, sebagai tanda terimakasih.

Mendengar dari salah satu pengunjung bahwa mereka berasal dari kota Kisaran, Kabupaten Asahan, BatakToday begegas mendatangi ke depan kedai untuk mencari tahu tentang kedua pengamen badut ini.

Ketika ditanya, Randy yang mau lebih banyak berbicara menerangkan bahwa mereka masih bersekolah.

“Kami berdua satu sekolah, sama-sama kelas 1 SMP. Berangkat dari Kisaran jam 2 tadi sore, sama abang-abang itu,” ujar Randy yang memakai topeng King Kong menjelaskan, sambil menunjuk 2 orang anak muda yang menunggu dengan sepedamotornya, di seberang jalan.

Rizky yang menggunakan topeng Masha, menjawab polos ketika ditanya tentang uang yang mereka dapatkan setiap kali mengamen di Siantar.

“Kami berbagi sama abang-abang yang bawa kami naik kreta (sepeda motor). Dapatnya sikitlah kalau sikit, wak.., untuk sekolah,” ujar Rizky polos.

Kedua anak yang masing-masing masih berusia 13 tahun ini, setiap malamnya pulang ke kota asalnya, Kisaran, setelah usai mengamen di Kota Siantar.

Diketahui kota Kisaran dengan Siantar berjarak 90 kilometer. Kedua anak ini menempuh total jarak 180 kilometer, sejak berangkat petang hari hingga pulang pada malam harinya, untuk setiap kali mengamen di kota Siantar. (ajvg)

Foto:

Rizky dan Randy, dengan kostum Masha dan topeng Kingkong, badut cilik dari Kisaran, sedang mengamen di Kedai Kopi H, Jalan Kartini No. 46, Pematang Siantar, Jumat 1/4/2016 (ajvg/bataktoday)

  • Bagikan