Aslin Simamora: Rekam Oknum yang Menjual Nama Bupati Humbahas

  • Bagikan

Doloksanggul, Bataktoday –

Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor menduga, rumor bupati bayangan yang akhir-akhir ini hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat Kabupaten Humbahas hanyalah guyonan politik yang dikembangkan pihak tertentu dalam upaya merusak citra dirinya dimata publik. Bupati Dosmar kembali menegaskan komitmennya untuk merealisasikan visi-misi yang dijanjikannya pada kampanye pilkada lalu.

Hal itu diutarakan tokoh masyarakat Aslin Simamora kepada BatakToday, Jumat (1/4/2016), setelah sehari sebelumnya. Kamis (31/3/2016) melakukan audiensi kepada Bupati Dosmar, bersama beberapa tokoh masyarakat lainnya, yakni Torrin Sihombing, Selamat Sihombing, Tagor Sihombing, Darwin Manulang, Darwin Bajarnahor, D Simanjuntak, dan Patar Simamora.

Dalam pertemuan tersebut, aku Aslin, Bupati Dosmar berharap, masyarakat berkenan menanti terobosan-terobosan yang akan dilancarkan demi kemajuan Humbang Hasundutan yang lebih hebat lagi dari sekarang.

“Kita sudah audensi dan bertemu langsung dengan Bupati. Dari hasil pembicaraan dengan beliau, kami yakin bahwa beliau sungguh-sungguh memegang komitmen untuk Humbahas lebih maju kedepan. Pak Bupati mengatakan bahwa dirinya memegang teguh komitment untuk menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Humbang Hasundutan ini sesuai mekanisme yang ada, baik proses tenderisasi maupun seleksi jabatan pimpinan SKPD harus sesuai aturan yang ditentukan oleh undang-undang. Hal itu bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang memiliki warna asli,“ ujar Aslin.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Humbahas itu menambahkan, Bupati Dosmar  mengimbau seluruh pimpinan SKPD untuk tidak resah terhadap intimidasi yang dilakukan oknum-oknum yang mengatasnamakan bupati.

“Jika hal itu terjadi lagi, para pimpinan SKPD diminta merekam tindakan yang dilakukan oknum yang membawa-bawa nama Bupati saat melakukan intimidasi,  dan melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib agar diproses hukum,” katanya.

Pada kesempatan itu, imbuhnya, Bupati juga meminta tokoh masyarakat agar bersedia memberi masukan serta mengawasi jalannya pemerintahan di Kabupaten Humbahas agar sesuai visi-misi yang dijanjikannya.

Terpisah, Sugar Ray Lumbantoruan alias Aseng, seorang pengusaha, kepada BatakToday, Sabtu (2/4/2016), memuji upaya klarifikasi yang dilakukan para tokoh masyarakat Humbahas itu. Langkah bijak tersebut, menurutnya,  merupahkan upaya yang efektif untuk menjaga kondusifitas pemerintahan dan politik yang sangat diperlukan untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Humbahas.

“Sebagai warga Humbahas, saya hanya berfikir kiranya Bapak Bupati dan Wakil Bupati kita tetap dalam keadaan akur dalam memimpin Humbang Hasundutan menjadi lebih baik. Jangan mendengar hal-hal yang tanpa pertimbangan dapat merusak keharmonisan serta komitmen bersama untuk Humbahas Hebat. Apalagi jika ada orang-orang terdekat yang mencoba mengambil keuntungan tanpa memikirkan efek buruk secara personal dan bagi masyarakat luas,” ujar Aseng.

Aseng sangat menyayangkan, jika oknum yang disebut-sebut berperan sebagai bupati bayangan itu benar seorang anggota DPRD Kabupaten Humbahas, karena telah melakukan peran yang bertolakbelakang dengan tugas dan fungsinya.

“Sebab sejatinya Dewan itu melakukan pengawasan yang baik terhadap kebijakan pemerintahan, bukan malah mengambil peran atau mencampuri kebijakan tersebut,“ tegasnya.

Sayangnya, Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kabupaten Humbahas, Martini Purba, saat dimintai tanggapan tentang isu oknum DPRD yang mengambil peran sebagai bupati bayangan, enggan berkomentar.

“Hari Senin lah kita ketemu ya, kebetulan saya sedang berkendara hendak menghadiri acara kemalangan,” jawabnya melalui telepon seluler. (FT)

Foto: Aslin Simamora, salah seorang tokoh masyarakat yang melakukan audiensi ke Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor. (bataktoday/ft)

  • Bagikan